10 Budbahasa Berafiliasi Intim Dalam Islam, Patut Di Coba!

Sapoiha.com – Adab Berhubungan Intim Dalam Syariat Islam. Halo para pembaca yang budiman berjumpa lagi di blog mediasiana. Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang adab berafiliasi “langsung ” dalam islam. 
Agama Islam bahwasanya sudah menawarkan tuntunan hidup ini, hanya saja semua kembali pada seseorang itu sendiri. 
Adab bekerjasama “langsung”  dalam islam, Hubungan “pribadi”  antara suami istri yang istilahnya dalam islam disebut dengan Jima’ yakni salah satu dari bentuk ibadah. Yaitu ibadah untuk mewujudkan ketaatan dan hak kasih sayang yang mendalam sebagaimana layaknya seorang suami istri untuk menawarkan nafkah lahir dan batin baik itu dalam pemenuhan dalam syahwat.  

Berhubungan “jima’ suami istri dalam agama islam boleh saja melakukannya kapan saja demi kebahagiaan serta merekatkan korelasi bagi suami istri. Namun dalam islam terdapat syariat yang mengatur akan hal ini. 

10 Adab Berhubungan Intim Dalam Islam

Adab berhubungan suami istri” jima”, Ada budbahasa dan juga tata cara Berhubungan suami istri Dalam Islam yang harus Anda ketahui. Adab yang sudah di atur dalam syariat islam tentunya akan membawa kebaikan dan manfaat serta menyempurnakan bentuk ibadah bagi keduanya. Berikut akhlak dalam berafiliasi “ijma”  dalam islam :
1. Badan Dalam Keadaan Bersih 
Islam yakni agama yang higienis dan Allah juga menyukai dengan kebersihan. Oleh alasannya adalah itu ketika hendak bekerjasama suami istri “jima”  perhatian juga tempatnya yang bersih, tubuh higienis, baju bersih. Kalau keadaan bersih maka akan menambah kenyamanan pada pasangan, jelas hal ini hendaknya diperhatikan dan diutamakan.
2. Menggunakan Aroma Wewangian
Menggunakan Wewangian dalam berafiliasi suami istri “jima”  disinyalir akan menambah kehangatan dan hasrat yang mendalam, apalagi kalau wewangian yang digunakan yakni aroma wewangian yang disukai istri. 
3. Berhiaslah yang disukai oleh suami atau istri 
Sangat dianjurkan bagi suami maupun istri untuk berhias sesuai dengan apa yang disukai oleh suami dan istri. Hal ini bertujuan untuk menarik pasangan yang sudah sah menjadi pasangannya karena berhias untuk pasangan adalah termasuk bentuk ibadah. 
4. Berhubungan Intimlah di Tempat Yang Tertutup 
Dalam hal ini sebaiknya Anda melakukan kekerabatan suami istri “jima”  dalam tempat yang tertutup selain menjaga aurat yang tidak di perlihatkan kepada lain mahramnya juga akan lebih menjaga kehormatan suami maupun istri. Dan janganlah sesekali mempertontonkan badan kalian pada khalayak alasannya hal ini termasuk dalam perbuatan riya dan sombong. 
5. Janganlupa Berdo’a
Hal ini merupakan suatu keanjuran dari Rasulullah, karena sebagian suatu urusan maka hendaklah diawali dengan berdo’a. 
Dengan berdo’a maka dibutuhkan apa yang dilakukan mampu membawa manfaat untuk hubungan suami istri kedepannya. 
6. Lakukan Pendahuluan 
Maksud disini adalah lakukanlah dengan cara yang baik sebelum memulai berafiliasi suami istri “jima”,  mulailah dengan mesra dan jangan terburu-buru. Hal ini juga bertujuan untuk menawarkan rasa nyaman bagi keduanya dan tidak ada keraguan. 
7. Bersucilah Jika Anda ingin mengulanginya 
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa “Jika salah seorang diantara kalian mendatangi istrinya kemudian dia ingin mengulanginya, maka hendaklah dia berwudhu”.  Ha ini dilakukan semoga tubuh Anda higienis sebelum melakukannya kembali. 
8. Tidak diperbolehkan melaksanakan relasi “ijma”  disaat istri sedang Haid
Salah satu budbahasa yang paling utama dan penting yakni jangan kalian para suami memaksa atau mengajak istri kalian untuk melakukan hubungan “ijma”  disaat istrimu sedang haid. 
Karena Darah haid atau darah nifas yaitu darah kotor, alasannya di dalam rahim perempuan masih terdapat luka,  alasannya hal ini mampu beresiko mengakibatkan infeksi atau penyakit baik pada sang suami maupun istri.
9. Tidak Melalui Dubur Istri 
Hubungan “jima”  suami istri juga tidak diperbolehkan melakukannya melalui dubur, alasannya dubur yaitu area kotor yakni tempatnya untuk membuang kotoran. Jika dilakukan maka akan sangat beresiko serta menyakiti dan mampu menyebabkan penyakit baik bagi suami maupun  istri. “Barangsiapa menyetubuhi perempuan di duburnya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad”. (HR Tirmidzi)
10. Hendaknya Menjaga Kerahasiaan Satu Sama Lainnya
Karena insan ini Tidak ada yang sempurna termasuk pasangan, suami maupun istri adalah insan biasa yang tentu terdapat kekurangan dalam diri masing – masing,  sebagai pasangan suami istri wajib bagi mereka menjaga aib atau menjaga kerahasiaan satu sama lain. Adab korelasi suami istri dalam islam salah satunya ialah menjaga kerahasiaan, tidak diperbolehkan menjelek jelekkan atau menyebarkan kelemahan pasangan kepada orang lain.
Hal yang demikian tidak boleh oleh Rasulullah dalam sabda nya “Sesungguhnya termasuk insan paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat yakni laki laki yang menggauli istrinya kemudian beliau sebarkan belakang layar ranjangnya”. (HR Muslim no. 1437).
Hubungan suami istri yang disertai dengan niat ibadah dan sebagai wujud taat kepada pasangan kelak, maka keduanya nantinya  akan sama sama mendapat kebahagiaan.
Sudah selayaknya seorang pasangan suami istri  menjalankan amal ibadah sesuai syariat atau budbahasa yang telah diatur dalam syariat islam. Semoga tulisan kali ini dapat bermanfaat bagi pembaca budiman,  terima kasih sudah membaca artikel ini,  janganlupa baca artikel yang lainnya,ya!