10 Film Horor Slow-Burn Yang Bikin Terngiang-Ngiang 7 Hari 7 Malam

10 Film Horor Slow-Burn yang Bikin Terngiang-ngiang 7 Hari 7 Malam

film horor slow-burn
Slow-burn | variety.com

Berani nonton malam ini?

Biasanya, film horor identik dengan efek kejut atau yang biasa dikenal dengan jumpscare. Bisa dibilang jumpscare adalah nadi dari film horror tersebut. Tanpa itu, film horor nggak bakal sukses dan disukai penonton.

Padahal dengan semakin berkembangnya industri perfilman dan juga inteligensi penonton, kini orang nggak gampang ditakuti hanya dengan jumpscare dan efek makeup menyeramkan. Salah satu cara ampuh untuk membuat film horor yaitu permainan emosi.

Genre yang muncul kini yaitu slow-burn horror, yaitu film yang membangun ketakutan serta teror secara perlahan. Mau tahu apa saja film bergenre slow-burn horror yang nggak membuatmu nyesel nonton?

1.

Get Out, menandai kebangkitan genre slow-burn horror yang sempat ditinggalkan

film horor slow-burn
Get Out | variety.com

Sebenarnya sebelum Get Out sudah ada beberapa film horror slow-burn yang dirilis. Setelah Get Out sukses di pasaran, makin banyak orang ketagihan menonton film horor terseram dengan plot lambat dan sentuhan psikologi yang mengaduk-aduk emosi.

Get Out mengisahkan seorang laki-laki kulit gelap yang berpacaran dengan seorang perempuan kulit putih. Saat ia diminta hadir dalam program keluarga sang kekasih, ia menemukan banyak keganjilan di rumah tersebut. Kerennya penonton dikecoh dengan obrolan aneh, sampai tak sadar bahwa ancaman mengancam si lakon utama.

Link download film Get Out

2.

Hereditary, film rilisan A24 yang paling sering dibicarakan selain Lady Bird

film horor slow-burn
Hereditary | www.dazeddigital.com

Setelah suksesnya Lady Bird di ajang Golden Globes 2018 lalu, orang mulai membicarakan A24. Sebuah perusahaan biro film indie yang dikenal sering memproduksi film progresif. Salah satu film horor Hollywood terbaik yang pernah mereka gawangi yaitu It Comes At Night.

Sontak ketika Hereditary diumumkan, banyak orang yang ingin tau akan film horor terseram ini. Seakan menjawab ekspektasi penonton, film horor-psikologi ini berhasil membawa penonton menyelami kisah suram sebuah keluarga yang tinggal di sebuah rumah di daerah terpencil.

Sejak awal, nuansa suram sudah menggema dari tempat tinggal mereka. Diawali dengan kematian sang nenek, kemudian berlanjut ke hal-hal ganjil dan disturbing lainnya yang bikin penonton begidik.

Link download film Hereditary

3.

The Witch, film yang terlupakan di 2016

film horor slow-burn
The Witch | time.com

Pada 2016, selain Split, Anya Taylor-Joy bahwasanya juga berperan dalam film horor yang berjudul The Witch. Film slow-burn horror ini mengajak penonton masuk ke dalam kehidupan sebuah keluarga petani di kurun ke-17 yang memilliki lima orang anak.

Suatu hari, anak bungsu mereka hilang secara misterius ketika bermain dengan Tomassin, si anak sulung. Sejak ketika itu, kehidupan keluarga ini tak lagi harmonis. Sang ibu terus menyalahkan Tomassin yang kesudahannya berujung fatal.

Dengan suramnya setting yang dipakai, juga ending yang bikin banyak orang kesal dan tak percaya, film ini berhasil mempermainkan emosi penonton meskipun alurnya sangat lamban.

Link download film Hereditary

Baca juga: Film Horor Tema Boneka Seram Ini Bikin Malammu Mencekam 

4.

Let the Right One In, film horror asal Swedia yang dibentuk versi Hollywood-nya

film horor slow-burn
Let the Right One In | www.nytimes.com

Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun berjulukan Oskar yaitu korban bullying di sekolah. Parahnya, ia pun tak sanggup derma mental di rumah, alasannya yaitu ayahnya seorang pemabuk. Suatu ketika ia bertemu dengan Eli, gadis seusianya yang berwajah cukup pucat dibanding orang biasanya.

Tak curiga, mereka justru berteman akrab. Namun, seiring film terus berjalan Oskar pun mempelajari sisi gelap Eli dan komunitasnya. Film ini disesuaikan di Hollywood dengan judul Let Me In (2010) yang dibintangi Chloe Grace Moretz dan Kodi Smit-McPhee.

Link download film Let the Right One In

5.

The Invitation, berlatar di satu tempat saja bikin kengeriannya berlipat ganda

film horor slow-burn
The Invitation | www.vox.com

Seorang laki-laki paruh baya berjulukan Will diundang mantan istrinya untuk tiba ke sebuah program pengumuman pertunangan. Will kesudahannya tiba bersama kekasih barunya ke rumah sang mantan istri, Eden. Di sana, ia mendapati ada beberapa tamu lain yang diundang.

Kebanyakan adalahteman Eden dari support group yang ia ikuti untuk mengobati luka batinnya ketika putra Eden dan Will meninggal beberapa tahun lalu. Di rumah tersebut, penonton diajak untuk menelusuri kenangan yang tersisa perihal anak mereka, juga beberapa insiden yang terjadi pasca meninggalnya anak mereka.

Link download film The Invitation

6.

Akting Dan Stevens dan Lucy Boynton di Apostle harus kau tonton

film horor slow-burn
Apostle | www.vox.com

Film rilisan Netflix ini gres saja dirilis selesai 2018 kemudian dengan plot yang awalnya sangat umum. Seorang abang berusaha menyelamatkan sang adik perempuan yang diculik oleh sebuah sekte pemuja setan. Dan Stevens berperan sebagai sang abang yang berjulukan Thomas.

Kita pun diajak menyusuri perjalanan Thomas yang melelahkan dan perlahan meningkat menjadi menegangkan seiring perkenalannya dengan beberapa anggota sekte tersebut. Pengemasannya slow-burn, jadi kau harus menyiapkan mental untuk menyaksikan adegan gory yang hadir di tengah sampai selesai cerita.

Link download film Apostle

7.

Hanya butuh tiga aktor, film In Fear sukses bikin penonton tegang dari awal

film horor slow-burn
In Fear | ascot-elite.ch

Dua anak muda berjulukan Tom dan Lucy gres saja jadian dan berencana untuk tiba ke sebuah ekspo musik bersama. Mereka pun menuju hotel untuk menginap, tetapi berhenti sejenak untuk minum segelas bir. Saat melanjutkan perjalanan, mereka bila terus saja berputar di jalan yang sama tanpa menemukan jalan keluar.

Antara unsur supranatural dan thriller, film ini juga dibentuk dengan latar yang tak luas dan fokus pada tiga bintang film utama saja.

Baca juga: Film Horor Thailand yang Terseram Sepanjang Masa 

8.

The Innkeepers, rasa ingin tau yang berakhir tragis

film horor slow-burn
The Innkeepers | www.independent.co.uk

Claire dan Luke bekerja di sebuah hotel lawas yang hendak berhenti beroperasi. Mereka termasuk dalam beberapa karyawan yang masih bekerja untuk dua hari terakhir sebelum hotel ini tutup untuk selamanya. Di malam terakhir itu, seorang tamu yang merupakan mantan aktris berjulukan Leanne check-in.

Semua berjalan normal, sampai Leanne mendatangi Claire dan Luke yang membicarakan planning untuk melaksanakan perburuan hantu di hotel ini. Leanne mengingatkan mereka untuk tidak bertindak bodoh, tetapi keduanya justru mengajak Leanne yang mempunyai kemampuan menjadi medium untuk ikut dalam misi mereka.

Beda dengan film horror kebanyakan, The Innkeepers memainkan efek seramnya dengan sangat rapi meskipun lamban. Film ini dinilai bisa memuaskan penonton yang suka dengan petualangan perburuan hantu di bangunan usang dengan backstory yang intriguing.

Link download film The Innkeepers

9.

Evolution, memainkan emosi penonton lewat empati

film horor slow-burn
Evolution | www.vizyondakifilmler.com.tr

Film ini mengisahkan Nicolas, seorang anak laki-laki yang tinggal bersama ibunya di sebuah pulau terpencil bersama banyak perempuan lain. Suatu saat, Nicolas mulai berpikir perihal keganjilan pulau dan penduduk di sini, terutama sehabis ia melihat mayit di bahari ketika ia berenang.

Saat bertanya pada ibunya dan orang-orang lain, semua mengaku tak melihat apapun di lautan. Pertanyaan mengapa mulai menjangkiti otaknya. Ditambah banyak sekali adegan disturbing yang membuat makin tak tenang. Penggambaran sosok Nicolas yang innocent berhasil membuat simpati dan membuat penonton karam dalam film horor ini.

Link download film Evolution

10.

Us, film gres Jordan Peele yang puncaki Box Office 2019

film horor slow-burn
Us | www.vanityfair.com

Setelah sukses dengan Get Out, Jordan Peele kembali dengan Us. Kali ini, ia menggandeng Lupita Nyong’o yang berperan sebagai Adelaide. Adelaide pernah mengalami trauma alasannya yaitu pengalaman buruknya ketika memasuki sebuah funhouse di taman bermain.

Bagaikan deja vu, ia mengalaminya lagi ketika berlibur bersama keluarganya. Jordan Peele selalu mengangkat orang kulit gelap sebagai tokoh utama, yang merupakan tindakan progresif di tengah dominasi bintang film kulit putih dalam industri film horor Hollywood. Us bahkan merajai box office semenjak awal penayangan Maret 2019 lalu.

Artikel Lainnya

Film horror slow-burn memang punya keunikan tersendiri dibanding film horror biasa yang beralur cepat. Salah satunya, bisa membuat penonton terngiang-ngiang akan nasib lakon utamanya. Berani nonton yang mana nih malam ini?