30 Tahun Berkuasa, Presiden Sudan Balasannya Berhasil Digulingkan Lewat Revolusi Panjang!

30 Tahun Berkuasa, Presiden Sudan Akhirnya Berhasil Digulingkan Lewat Revolusi Panjang!

Presiden Omar al-Bashir
Presiden Omar al-Bashir | www.panjimas.com

Revolusi rakyat berbuah hasil!

Setelah melaksanakan agresi protes dan unjuk rasa selama berbulan-bulan, rakyat Sudan risikonya berhasil menggulingkan presiden Omar al-Bashir yang sudah menduduki bangku kekuasaan Sudan selama 30 tahun. Revolusi yang terjadi di Sudan ini tentunya telah melalui jalan yang sangat panjang dan terjal hingga risikonya hingga pada titik ini.

1.

Presiden Omar al-Bashir ditangkap

Presiden Omar al-Bashir
Presiden Omar al-Bashir | akurat.co

Presiden Omar al-Bashir risikonya telah ditangkap dan ditetapkan menjadi tahanan rumah. Militer Sudan pun telah mengumumkan akan menyiapkan pemerintahan transisi. Banyak pihak yang menyebut bahwa agresi unjuk rasa yang selama ini dilakukan oleh rakyat Sudan bertujuan menekan inflasi dan memperbaiki kondisi ekonomi. Lebih dari itu, rakyat Sudan pun haus akan kebebasan, perdamaian, keadilan, dan menuntut runtuhnya rezim korup.

Dikutip dari The Conversation, para demonstran di Sudan didominasi oleh kaum muda profesional yang selama ini telah mengalami pahitnya masa-masa kepimpinan Bashir. Kebijakan-kebijakan Bashir yang selama ini diberlakukan dinilai sangat merugikan rakyat Sudan.

Selama masa kepemimpinannya, Bashir sangat mengekang kebebasan perempuan. Inilah yang risikonya memicu kaum wanita muda di Sudan mau bangun di garda depan dan menjadi motor dari aksi-aksi unjuk rasa melawan Bashir.

2.

Sudan akan mengalami masa transisi

Presiden Omar al-Bashir
Rakyat Sudan | kabar24.bisnis.com

Tidak hanya itu, selama kepemimpinan Bashir pun konflik di Darfur, selatan Kordofan, dan Nil Biru menjadi konflik yang berkepanjangan. Tak sanggup dielakkan lagi bahwa Sudan di bawah kuasa Bashir sangat lekat dengan praktik-praktik korupsi, nepotisme, dan kekerasan.

Wakil Presiden Pertama sekaligus Menteri Pertahanan Sudan, Ahmad Awad Ibn Auf, dalam siaran stasiun televisi mengumumkan bahwa Presiden Omar al-Bashir telah ditangkap sesudah 30 tahun menguasai Sudan.

Dikutip dari Arab News, Ibn Auf juga menyatakan bahwa Sudan dalam kondisi darurat untuk waktu tiga bulan ke depan. Diberitahukan juga bahwa konstitusi Sudan tengah ditangguhkan dan membentuk dewan militer transisi yang akan memimpin Sudan untuk waktu dua tahun. Pemilihan umum gres akan digelar sesudah masa transisi selesai.

3.

Gelombang protes rakyat Sudan

Presiden Omar al-Bashir
Unjuk rasa rakyat Sudan | www.liputan6.com

Lengsernya Bashir ini tentu tidak “gratis”. Ada puluhan nyawa yang dikorbankan selama agresi protes berlangsung. Dikutip dari Merdeka.com, gelombang protes di Sudan dimulai pada pertengah Desember 2018 lalu. Saat itu rakyat Sudan memprotes inflasi, terutama untuk materi bakar minyak.

Selama satu bulan berlangsung, agresi protes pun berkembang menjadi tuntutan biar Bashir mengundurkan diri sebagai presiden. Sejak itu, petugas keamanan di Sudan pun mulai memakai peluru karet, gas air mata, amunisi hidup, dan pentungan untuk menghalau agresi unjuk rasa dan kerusuhan.

Kondisi yang semakin kisruh menciptakan otoritas Sudan memberlakukan undang-undang darurat dan jam malam di beberapa wilayah. Mereka pun menangguhkan operasional pendidikan di sejumlah forum pendidikan. Tak hanya itu, para pemimpin oposisi, dokter, jurnalis, pengacara, mahasiswa dan sekitar 800 orang demonstran ditangkap oleh otoritas Sudan.

Artikel Lainnya

Kini rakyat Sudan tengah bersuka cita alasannya usaha mereka risikonya berbuah manis. Beberapa potret yang beredar di media massa pun merekam suka cita mereka di luar Kementerian Pertahanan sesudah Presiden Bashir dinyatakan lengser dan telah ditangkap.