5 Film Hollywood Yang Lebih Baik Dari Novelnya, Berdasarkan Sang Novelis Sendiri

5 Film Hollywood yang Lebih Baik dari Novelnya, Menurut Sang Novelis Sendiri

the mist stephen king
6 Film Hollywood yang Lebih Baik dari Novelnya, Menurut Sang Novelis Sendiri | io9.gizmodo.com

Penulisnya aja udah mengakui lho kalo filmnya lebih elok dari novelnya.

Bagi orang yang suka baca novel, film Hollywood pembiasaan novel seringkali dijadikan kambing hitam alasannya yakni mereka selalu ngerasa kalo baca novelnya itu lebih seru daripada nonton filmnya. Alasannya, alasannya yakni novel lebih banyak menceritakan secara lengkap apa yang terjadi, dan biasanya hal ini nggak sanggup dimasukin secara penuh di film.

Tapi nggak selamanya novel lebih elok dari filmnya lho, alasannya yakni emang ada beberapa film Hollywood pembiasaan novel yang ternyata justru lebih elok dari novelnya. Bahkan sang penulis pun berani mengakui hal tersebut.

5 Film Hollywood yang Lebih Bagus dari Novelnya, Menurut Sang Penulis Sendiri

Kalo sutradara dan para pemainnya klop, film Hollywood pembiasaan novel pun niscaya sanggup jadi keren, bahkan hingga sanggup apresiasi pribadi dari penulisnya sendiri. Oya, hati-hati sama spoiler ya, buat yang belum nonton!

1.

The Mist (2007) punya ending yang jauh berbeda dengan novelnya, tapi justru disukai oleh Stephen King yang biasanya selalu protes kalo dongeng orisinil novelnya diubah drastis.

the mist stephen king
The Mist, mengubah ending filmnya secara total. | thisorthatedition.com

Novel: The Mist (1980) by Stephen King

Ending novel Stephen King, The Mist (1980), bekerjsama cukup ambigu, alasannya yakni kita nggak tahu gimana nasib sang ayah dan anaknya sehabis mendengar dua kata: “Hartford” dan “harapan” dari radio. Namun sutradara film The Mist (2007) Frank Darabont, merasa kalo ending novelnya kurang tragis, alasannya yakni itu ia merubah ending filmnya.

Hasilnya? Stephen King yang populer nggak suka kalo ceritanya diutak-atik oleh sutradara – bahkan ia pernah menuntut sutradara alasannya yakni ceritanya jauh berbeda – merasa kalo ending film The Mist bener-bener bagus. Bahkan kalo ia sempat memikirkannya, ia niscaya bakal memakai ending film tersebut di novelnya.

Link Download: The Mist (2007)

2.

Ending Fight Club (1999) lebih menonjolkan sisi romantis Tyler Durden dan Marla, daripada novelnya yang terkesan lebih gelap.

the mist stephen king
Ending Fight Club (1999) lebih menonjolkan sisi romantis Tyler Durden dan Marla, daripada novelnya yang terkesan lebih gelap. | mauiwatch.com

Novel: Fight Club (1996) by Chuck Palahniuk

Fight Club (1999) yakni film Hollywood pembiasaan novel berjudul sama karya Chuck Palahnuik yang rilis tiga tahun sebelumnya, dengan memakai plot film, terminologi dan juga huruf yang sama. Tapi David Fincher memutuskan untuk mengubah beberapa hal, salah satunya hubungan Tyler Durden dengan Marla di simpulan cerita

Ending novelnya berakhir dengan Tyler berada di rumah sakit jiwa, sedangkan di filmnya, sang narator dan Marla terlihat berpegangan tangan, mengatakan kalo mereka berhasil melawan sistem. Ternyata Chuck suka banget dengan ending ini, terutama dari visualnya, bahkan ia merasa aib melihat filmnya jadi lebih baik.

Link Download: Fight Club (1999)

3.

Interview with the Vampire (1994) menciptakan Tom Cruise menjadi sosok villain, yang pribadi disukai oleh sang penulis.

the mist stephen king
Interview with the Vampire (1994) pribadi disukai oleh sang penulis sehabis sebelumnya menjelek-jelekkan filmnya dari semenjak proses produksi | www.celluloidandwhiskey.com

Novel: Interview with the Vampire (1976) by Anne Rice

Interview with the Vampire ditulis Anne Rice saat genre vampir dan erotis masih jadi best seller kala itu, kemudian menjual hak ciptanya ke Hollywood. Namun Hollywood berusaha menghapus semua hal yang gelap dan sensual di novelnya, dan ini menciptakan Rice menolak semua perjuangan untuk menciptakan film adaptasinya.

Ketika pihak sutradara menentukan Tom Cruise sebagai Lestat, Rice mulai menjelek-jelekkan film tersebut, menyebut Tom Cruise nggak cocok, bahkan ia nggak menghadiri proses screening. Hingga hasilnya ia menonton kopi filmnya, kemudian pribadi jatuh cinta dengan filmnya, bahkan pribadi menulis surat terbuka berisi kebanggaan sebanyak 8,000 kata.

Link Download: Interview with the Vampire (1994)

4.

Ending novel And Then There Were None (1939) dianggap kurang pas oleh Agatha Christie, alasannya yakni itu ia menciptakan ending alternatif lain.

the mist stephen king
Salah satu film Hollywood pembiasaan novel And Then There Were None (1939) | www.awardsdaily.com

Novel: And Then There Were None (1939) by Agatha Christie

Agatha Christie menganggap novel karyanya And Then There Were None (1939) itu jelek, dan novel tersulit yang pernah ia tulis. Novel ini menceritakan wacana 10 orang yang terjebak di suatu pulau, dan kemudian beberapa bencana menciptakan orang-orang tersebut tewas terbunuh, hingga hasilnya nggak ada yang selamat.

Karena merasa ending novelnya terlalu gelap, ia pun menciptakan ending alternatif untuk dipakai di film pembiasaan tersebut – yang nantinya juga dipilih oleh beberapa film pembiasaan lainnya. Ia mengubah biar dua orang terakhir yang masih hidup, sanggup selamat dan hasilnya menikah.

Link Download: And Then There Were None (1945)

Artikel Lainnya

5.

Blade Runner (1982) menjadi penyebab tewasnya sang novelis, tapi juga menjadi penyelamatnya sebelum ia meninggal

the mist stephen king
Blade Runner (1982) yang diperankan Harrison Ford | variety.com

Novel: Do Androids Dream of Electric Sheep? (1968) by Philip K. Dick

Kebanyakan novel yang diubahsuaikan menjadi film menciptakan penulisnya sebel alasannya yakni nggak suka dengan ceritanya, tapi hanya Philip K. Dick yang paling mencicipi dampak buruknya. Blade Runner (1982) yakni film pembiasaan lepas dari novelnya yang awalnya menciptakan Dick merasa filmnya kehilangan nuansa dan makna dari novelnya.

Hal ini menciptakan Dick stres dan terus meminum penghilang rasa sakit dan alkohol, hingga ia meninggal alasannya yakni mengalami pendarahan di perutnya sebelum filmnya rilis. Namun sebelum meninggal, ia sempat melihat early cut yang dikirim kepadanya (yang telah diubah), kemudian menyebut filmnya jauh melebihi dimensi novelnya.

Link Download: Blade Runner (1982)

Itulah 5 film Hollywood yang lebih baik dari novelnya, dan ini diakui sendiri oleh penulisnya sendiri. Buat yang masih menganggap versi novel lebih baik dari versi filmnya, coba kalian baca daftar novel dan film ini.