Ada Yang Minta Rukiah Sampai Meninggal Dunia, Ini Fenomena Caleg Stress Pasca Pemilu!

Ada yang Minta Rukiah Hingga Meninggal Dunia, Ini Fenomena Caleg Stress Pasca Pemilu!

Caleg stress
Kisah caleg yang stress pasca pemilu | Keepo.me

Tahun ini, pendukung capres pun ikut depresi!

Pemilu 2019 mungkin menjadi salah satu pemilu terpanas di Indonesia dengan goresan antar kelompok yang kental terasa dan ketegangan yang terus berlangsung bahkan seminggu sesudah hari pemungutan suara.

Banyak fenomena unik yang sanggup kita temukan di pemilu kali ini. Seperti dugaan kecurangan yang dilakukan oleh KPU, masyarakat yang pasang taruhan untuk hasil pemilu, sampai fenomena caleg stress yang sepertinya sudah jadi siklus lima tahunan di Indonesia.

Fenomena caleg stress pasca pemilu memang tercatat terus terjadi semenjak tahun 2009, 2014 dan sekarang 2019. Meski jumlahnya tidak sanggup dipastikan, namun dari waktu ke waktu selalu muncul kisah-kisah mengenai caleg yang stress dan mengalami gangguan mental sesudah pemilu.

Caleg stress
Pemilu memang menjadi salah satu stressor besar bagi mereka yang terlibat | Keepo.me

Di pemilu 2019 yang gres diselenggarakan 9 hari lalu, sudah muncul beberapa dongeng caleg yang mengalami stress, depresi, sampai sakit dan meninggal dunia. Salah satu caleg asal Cirebon bahkan meminta dirinya dirukiah di Padepokan Anti Galau.

Ternyata, fenomena stress pasca pemilu ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Dilansir dari CNN, Amerika pada tahun 2016 kemudian pasca terpilihnya Presiden Trump pun mengalami hal yang sama. Mayoritas pendukung Demokrat merasa stress dan depresi memikirkan masa depan negara mereka jawaban naiknya Trump.

Tidak heran juga jikalau lantas pendukung capres di Indonesia pun mengalami tanda-tanda depresi, berdasarkan seorang psikiater asal Bali, dr I Gusti Rai Putra Wiraguna Sp KJ. Dilansir dari Detik.com, ia mengaku merawat 5 orang pasien yang alami stress pasca pemilu.

Fenomena ini meski belum diakui secara resmi, namun kerap disebut dengan istilah Post Election Stress Disorder. PESD ini kurang lebih merupakan variasi dari Post Traumatic Stress Disorder hanya saja disebabkan oleh pemilu. Gejala yang dialami pun cenderung seakan-akan meski lebih ringan.

Artikel Lainnya

Tak sanggup dipungkiri, pemilu memang menimbulkan guncangan politik yang hebat. Terlebih saat calon yang diajukan untuk posisi pemimpin negara hanya dua. Tentu saja pergesekan dan polarisasi jago yang terjadi sanggup menimbulkan stress bagi banyak pihak.

Bukan hanya bagi caleg yang gagal mendapat bunyi rakyat, namun juga bagi para pendukung tokoh tertentu dalam pemilu dan timses mereka. Karena itu, ada baiknya jikalau kita menjaga kondisi mental dengan puasa media umum dan mencari santunan jikalau kita merasa mulai mengalami stress.