Akan Periksa Surat Bunyi Yang Tercoblos, Bawaslu Dan Kpu Tak Diizinkan Kepolisian Malaysia Alasannya Ialah Ini!

Akan Periksa Surat Suara yang Tercoblos, Bawaslu dan KPU Tak Diizinkan Kepolisian Malaysia Karena ini!

Surat bunyi sudah diamankan oleh kepolisian Malaysia?

Meninjau perkara surat bunyi tercoblos di Maaysia, perwakilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu tidak berhasil untuk melihat eksklusif bukti-bukti surat bunyi yang tercoblos untuk Pemilu 2019 di Malaysia.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, penyebabnya yakni alasannya lokasi insiden ditemukannya surat bunyi tercoblos sudah diberi garis polisi dan tidak diizinkaan Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM). Anggota KPU RI, Hasyim Asy’ari bersama Ilham Saputra dan anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo sesungguhnya sudah mendatangi dua bangunan yang diduga menampug surat bunyi tercoblos itu, di Jalan Seksyen 2/11 Taman Kajang Kajang dan Bangi, Selangor.

Lokasi ditemukannya surat bunyi tercoblos di Malaysia | news.solopos.com

Rombongan yang berangkat gotong royong dari KBRI Kuala Lumpur tidak berhasil melihat karung-karung surat bunyi di lantai dua, alasannya dalam keadaan terkunci dan tidak diizinkan kepolisian Malaysia, pada Jumat (12/4) kemarin.

“Tempatnya diberi police line. Kami bicara dengan polisi yang jaga tidak diberi saluran masuk.,” kata Ilham,

“Pada pada dasarnya kami sudah berupaya melaksanakan verifikasi dan penjelasan kira-kira di dalam ada apa. Karena belum diberi saluran kami, tidak sanggup masuk dan belum sanggup memberi evaluasi apapun terhadap apa yang ada di dalam,” sambung Ilham.

Ratna menyampaikan Bawaslu sudah menerima informasi soal surat bunyi dicoblos itu. Namun, beliau harus memastikan eksklusif alasannya ada beberapa hal yang masih dipertanyakan.

“Informasinya ada tiga jenis tas yakni hitam, putih, dan coklat. Kita mau lihat isinya apa. Kedua, apakah isinya memang surat bunyi pos yang diproduksi KPU,” kata Ratna.

“Ini akan menjadi fakta penting bagi kami penyelenggara apa yang harus dilakukan dengan adanya insiden ini. Kita harus menjaga dogma publik terhadap pemilu,” ujar Ratna.

Ratna juga menyampaikan bahwa PPLN Kuala Lumpur taka da di lokasi ketika insiden tersebut terjadi.

“Nanti kita diskusikan dengan KPU alasannya setiap keputusan harus ada argumentasi. Terhadap proses lain silakan berjalan dan tidak ada masalah. Proses lain yang jalan sudah sesuai aturan,” ujar Ratna.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga sendiri menyampaikan bahwa surat bunyi tercoblos itu sudah dibawa oleh polisi Malaysia. BPN mengaku sudah mengecek eksklusif ke Balai Polis Kajang, Malaysia.

“Akhirnya lalu disampaikan (polisi Malaysia), ‘Ini barang bukti yang ada di dua lokasi ini nanti tetap akan kami pindahkan sehabis kami mendata, sehabis kami melaksanakan forensik terkait dengan beberapa barang bukti yang kami temukan, kami mohon untuk tidak di, bahasanya jikalau di kita, dihalangi, maksudnya jangan gerombol, kami diberikan jalan,'” ujar juru bicara BPN bidang hukum, Sahroni.

Surat bunyi tercoblos di Malaysia | www.beritasatu.com
Artikel Lainnya

Sahroni juga meminta KPU untuk menawarkan penjelasan resmi dan penjelasan. Ia khawatir problem surat bunyi ini akan mengganggu pelaksanaan pemilu di Malaysia yang akan dilaksanakan 14 April 2019.