Baru 3 Bulan Dibatalkan Ma, Joko Widodo Naikkan Iuran Bpjs Lagi. Netizen: Di Prank Mulu!

Baru 3 Bulan Dibatalkan MA, Jokowi Naikkan Iuran BPJS Lagi. Netizen: Di Prank Mulu!

Baru 3 Bulan Dibatalkan MA, Jokowi Naikkan Iuran BPJS Lagi!
Presiden Joko Widodo. | nasional.okezone.com

Keputusan Jokowi menaikkan kembali iuran BPJS Kesehatan jadi sorotan. Bakal dibatalin MA lagi nggak ya?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menaikkan iruan BPJS Kesehatan sesudah meneken Perpres Nomor 64 Tahun 2020 wacana Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 wacana Jaminan Kesehatan pada Selasa (5/5) lalu.

Keputusan ini tapi eksklusif menuai reaksi dari masyarakat karena gres 3 bulan yang kemudian harapan Presiden Jokowi tersebut dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA). Saat itu, MA mengabulkan peniadaan hukum kenaikan sebab masyarakat merasa keberatan.

Baru 3 Bulan Dibatalkan MA, Jokowi Naikkan Iuran BPJS Lagi!
Antrian pembayaran iuran BPJS Kesehatan. | www.merdeka.com

Seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (13/5), hukum gres ini nantinya akan menyasar segmen pekerja bukan peserta upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP).

Dalam beleid tersebut, para peserta BPJS Kesehatan akan mengalami kenaikan iuran yang nilainya mencapai hampir 2 kali lipat dari beban iuran sebelumya.

Contohnya, iuran untuk peserta dapat bangkit diatas kaki sendiri kelas I naik menjadi Rp 150.000, dimana sebelumnya hanya Rp 80.000 saja.

Iuran peserta dapat bangkit diatas kaki sendiri kelas II naik menjadi Rp 100.000 dari Rp 51.000.

Sedangkan untuk peserta kesehatan kelas III juga mengalami kenaikan dari Rp 25.500 ke Rp 42.000. Beban iuran tersebut akan diberi subsidi oleh pemerintah sebesar Rp 16.500 sehingga masyarakat kelas tersebut akan tetap membayar Rp 25.500 saja.

Namun, pada 2021, subsidi iuran BPJS Kesehatan akan dikurangi sebesar Rp 7.000 sehingga para peserta dapat bangkit diatas kaki sendiri kelas III akan diwajibkan membayar biaya iuran senilai Rp 35.000.

Keputusan Jokowi menaikkan iuran ini pun mendapat banyak reaksi negatif dari masyarakat, terutama warganet di Twitter.

Mereka menilai kebijakan ini cukup ironis, sebab peniadaan hukum kenaikan iuran BPJS oleh MA belum usang diputuskan.

Bahkan, peniadaan hukum tersebut gres saja resmi diterapkan oleh BPJS pada bulan Mei ini. Pada bulan sebelumnya masyarakat diketahui masih harus membayar dengan biaya yang tidak berbeda jauh dengan hukum gres tersebut.

“Baru sebulan ditolak MA, moga mengcover behel & operasi plastik ya Pak,” cuit @shinprth.

“Perpres yang usang di anulir, bikin yang gres dan isinya masih sama. Cerdas sekali,” tulis @hendhihendhi.

Seorang pengguna Twitter lainnya, @ladysorayaa menilai apa yang dilakukan pemerintah ini cukup membuatnya heran.

“Astaga… bener kan gw bilang, di prank mulu dilema BPJS ini. Bosen,” tulisnya.

Artikel Lainnya

Aturan iuran BPJS Kesehatan memang terus menjadi salah satu polemik yang terus bergulir liar di pemerintah.

Hal ini tidak lepas dari besarnya nilai kenaikan iuran yang dinilai malah memberatkan banyak masyarakat. Namun, meski begitu pemerintah tampaknya tetap berusaha akan menaikan iuran BPJS Kesehatan ini meskipun sudah sempat dibatalkan MA.

Lalu, akankah hukum ini akan kembali diprotes masyarakat dan diajukan kembali ke MA? Patut kita simak bersama.