Biografi Dan Profil Ma Huateng – Cerita Sukses Orang Terkaya Asia Pendiri Tencent Group

Sapoiha.com – Jika ada yang pertanyaan siapa orang terkaya di benua Asia ketika ini? Mungkin jawabannya ialah Ma Huateng. Pria ini gres saja ditasbihkan sebagai orang terkaya di Asia. Kisah suksesnya dimulai ketika ia mendirikan perusahaan Tencent Group. Siapa tencent Group? Tencent merupakan perusahaan raksasa teknologi asal asia dan terbesar di China selain Alibaba milik Jack Ma. Dilihat dari usinya, Ma Huateng sanggup dikatakan pengusaha muda tersukses bahkan dari nol.

Biografi dan Profil Ma Huateng

Sekilas Profil Perusahaan Tencent

Tencent merupakan perusahaan teknologi yang bergerak di bidang media umum dan gaming. Tencent yang didirikan oeh Ma Huateng ini merupakan pemilik aplikasi Wechat yang terkenal dengan pengguna aktif hampi mencapai 1 milyar pengguna.

Selain itu Tencent juga dijuluki sebagai ‘Kerajaan Game’ alasannya mereka juga merupakan deleveloper dari game game yang terkenal dan sedang digandrungi di dunia contohnya Mobile Legends, Clash of Clans, Call of Duty dan banyak game terkenal lainnya.

Biografi dan Profil Ma Huateng

Ma Huateng lahir di provinsi Guangdong, China pada tanggal 29 oktober 1971. Biasa dipanggil dengan nama Pony Ma. Ayahnya berjulukan Ma Chenshu yang bekerja sebagai seorang manager di pelabuhan Shenzhen dan ibunya berjulukan Huiqing Huang. Ketika masih remaja, Ma sering menemani ayahnya bekerja di pelabuhan. Setelah lulus sekolah, Ma Huateng masuk di Universitas Shenzhen di tahun 1989 di jurusan ilmu komputer dan lulus pada tahun 1993 dengan gelar Bachelor of Science.  Setelah lulus kuliah, Ma Huateng bekerja di China Motion Telecom Development sebuah perusahaan layanan telekomunikasi. Di daerah kerjanya, kiprah Ma ialah menyebarkan perangkat lunak untuk pager. Ia mendapat honor sebesar 176 dollar perbulannya.


Mendirikan Perusahaan Tencent Group

Biografi dan Profil Ma Huateng Setelah itu, Ma pindah dan bekerja di Shenzhen Runxun Communcations. Disitu ia bekerja di departemen penelitian dan pengembangan untuk layanan panggilan melalui internet. Ma bertemu dengan empat temannya ketika kuliah yakni Chen Yidan, Zhan Zhidong, Xu Chenye dan Zhen Liqing. Bersama keempat temannya itu, Ma Huateng mendirikan Tencent di bulan november 1998. Pendirian Tencent ini didukung oleh keluarga Ma Huateng. Diawal pendirian Tencent, Ayahnya membantu Ma dalam hal keuangan dan akunting. Ibunya membantu Ma dalam mendaftarkan perusahaan tersebut dan menjadi Corporat Representativenya, Ma Huateng sendiri bekerja sebagai CEO dari Tencent Group. Fokus perusahaan Tencent bergerak di bidang teknologi. Produk pertama perusahaan ialah aplikasi pesan instan berjulukan OICQ (Open ICQ) pada tahun 1999. Aplikasi ini terinspirasi dari aplikasi ICQ milik sebuah perusahaan dari Israel. Dengan cepat aplikasi yang dikembangkan oleh Ma Huateng bersama keempat temannya menjadi populer. OICQ berhasil mendapat 1 juta pengguna di simpulan tahun 1999 dan menjadi aplikasi pesan instan terbesar di China. Di tahun 1998, American Online (AOL) membeli aplikasi ICQ. Perusahaan tersebut kemudian mengajukan tuntutan kepada Tencent yang mengklaim bahwa nama domain nama domain QICQ QICQ.com dan QICQ.net telah melanggar paten dari ICQ. Tak usang kemudian Tencent mematikan situs-situs tersebut dan kemudian menghilang. Di bulan desember tahun 2000, Ma kemudian mengubah nama aplikasinya menjadi QQ. Setelah somasi dari AOL, Ma Huateng kemudian mulai memperluas perluasan bisnis dari Tencent. Tahun 2003, Ma melalui Tencent merilis sebuah portal online berjulukan QQ.com dan melaksanakan ekpansi ke pasar game online. Di tahun 2004, Tencent berhasil menjadi layanan pesan instan terbesar di China. Ia menguasai 74% pasar layanan pesan instan. Kesuksesan dari Tencent membuat Ma Huateng memutuskan Tencent untuk melantai di bursa saham Hongkong. di IPO (Initial Public Offering) perdana, Tencent berhasil mengumpulkan modal sebanyak 200 juta dollar di bulan Juni. Ini kemudian mengakibatkan Ma Huateng menjadi salah satu orang terkaya di bidang Industri Telekomunikasi di daratan China. Di tahun 2004, Tencent mulai masuk dalam bisnis platform game online dan menjual banyak sekali macam barang virtual yang terdapat dalam platform game mereka. Di tahun 2005, Ma Huateng melalui Tencent meluncurkan paipai.com sebuah market place online yang menjadi pesaing alibaba.com milik Jack Ma. Tahun 2008, laba dari penjualan barang virtual meningkat. Ma kemudian melisensikan banyak sekali macam game atas nama Tencent dan mulai membuat game sendiri.

Membuat Aplikasi Instan WeChat

Meniru gaya Microsoft milik Bill Gates, Ma Huateng kemudian membentuk dua tim yang bersaing dalam membuat produk gres di tahun 2010. Hasilnya, satu tim berhasil membuat aplikasi pesan instan pada bulan Januari 2011 yang kemudian diberi nama WeChat. Dalam beberapa tahun, WeChat berhasil menjadi aplikasi pesan instan dengan pengguna terbanyak di China dan sudah menjadi aplikasi sehari-hari bagi warga tirai bambu. WeChat juga dipakai oleh hampir separuh pengguna internet di seluruh dunia.BACA JUGA :  Biografi William Edward Boeing – Pendiri Perusahaan Pesawat Boeing

Melihat pasar game yang menjanjikan, Di tahun yang sama, Ma Huateng mulai membeli secara umum dikuasai kepemilikan saham di banyak sekali developer game-game terkenal. Misalnya Riot Games yang menyebarkan League of Legends. ia juga mempunyai kepemilikan saham di Epic Games, Kingsoft Network Technology dan kepemilikan di Activision Blizzard yang menaungi game terkenal menyerupai Call of Duty. 

Ma Huateng juga menginvestasikan uangnya sebanyak 448 juta dollar dalam menyebarkan aplikasi mesin pencari di China berjulukan Sogou.com. Di tahun 2014, Ma Huateng melalui Tencent menginvestasikan 193 juta dollar untuk menyebarkan perusahaan logistik dan marketplacenya melalui China South City Holdings Ltd. Hingga sekarang Ma Huteng melalui tencent aktif melaksanakan investasi maupun akusisi perusahaan-perusahaan teknologi maupun startup dan game di China maupun di dunia.

Tencent milik Ma Huateng sekarang mempunyai layanan bermacam-macam mencakup portal web, e-commerce, dan game. Selaku pendiri dan CEO Tencent, Ma Huateng berhasil membuat Tencent menjadi perusahaan teknologi terbesar di Asia yang pertama mencapai nilai kapitalisasi sebesar 500 milyar dollar dan bersaing dengan facebook milik Mark Zuckerberg.

Pengusaha Sukses dan Orang Terkaya di Asia

Total kekayaan Ma Huateng sendiri pada awal tahun 2018 mencapai 49.2 milyar dollar atau sekitar 702.8 triliun rupiah menyerupai yang dilansir dari majalah Forbes pada bulan Januari 2018. Jumlah kekayaan Ma Huateng tersebut mengakibatkan ia sebagai orang terkaya di Asia dan masuk dalam urutan teratas dalam jajaran orang terkaya di dunia. Ma bahkan menyumbangkan saham tencent sebesar 2 milyar kepada yayasan amal. Ia tinggal di China dan mempunyai properti glamor di Hongkong. Ma Huateng juga jarang muncul di media. Ia dikenal mempunyai gaya hidup yang tertutup.