Biografi Nabi Musa – Dongeng Para Nabi Allah

Sapoiha.com – Biografi Nabi Musa. Beliau dikenal sebagai Nabi yang memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dikala Firaun berkuasa. Nabi Musa juga dikenal sebagai Nabi di tiga agama yakni Islam, Katolik serta Yahudi dan kisahnya tercatat dalam Alquran, Bibel serta kitab bangsa Yahudi.

Biodata Nabi Musa

Biografi Nabi MusaNama : Nabi Musa AS / Moses / Mosheh
Lahir : Tanah Gosyen, Mesir
Wafat : Gunung Nebo, Yordania
Orang Tua : Imran / Amram (ayah), Yukhabad (ibu)
Saudara : Harun, Miryam
Istri : Zipora
Anak : Girsom, Eliezer

Biografi Nabi Musa

Islam mengenalnya sebagai Nabi Musa AS, Katolik mengenalnya sebagai Moses dan Bangsa Israel Yahudi mengenalnya sebagai Moshe. Tidak diketahui mengenai tanggal lahir Nabi Musa.

Ayah Nabi Musa berjulukan Imran (Amram). Nabi Musa dilahirkan oleh perempuan berjulukan Yukhabad. Diketahui saudara Nabi Musa berjumlah dua orang yakni Harun yang dikenal sebagai salah satu nabi dalam Islam serta perempuan berjulukan Miryam. Dilihat dari silsilah Nabi Musa, ia diketahui merupakan keturunan dari Nabi Yakub.

Kelahiran Nabi Musa

Nabi Musa lahir ditengah penindasan Firaun terhadap bangsa Israel yang dikala itu menjadi budak bangsa Mesir. Kisah kelahirannya diwarnai dengan mimpi Firaun yang melihat seorang anak dari bangsa Israel akan menjadi pemimpin dan akan menghancurkan Mesir.

Mimpi tersebut menciptakan Firaun kemudian memerintahkan para prajuritnya untuk membunuh semua bayi bangsa Israel yang lahir di Mesir kala itu. Musa yang gres saja dilahirkan oleh ibunya, Yokhabad kemudian diselamatkan oleh ibunya dengan cara dihanyutkan ke sungai Nil.

Ibunya menyuruh Miryam, kakaknya untuk mengikuti kemana keranjang yang berisi bayinya hanyut. Sejarah menyebutkan bahwa Musa yang masih bayi kemudian ditemukan oleh istri Firaun berjulukan Asiyah. Dalam Quran disebutkan bahwa Asiyah mempertemukan Musa dengan ibu kandungnya untuk disusui.

Asiyah kemudian mengadopsi atau mengangkatnya sebagai anaknya. Sebagai anak dari Asiyah, Musa menjadi pangeran Mesir. Ia memperoleh aneka macam pengetahuan terutama mengenai Mesir serta sejarah dari bangsa Israel di Mesir yang dibawa oleh pendahulunya Nabi Yusuf.

BACA JUGA :  Biografi Fadli Zon – Dari Wartawan Hingga Politisi Gerindra

Lari Dari Mesir

Sebagai aristokrat Mesir, Musa kemudian leluasa untuk berkeliling Mesir melihat bagaimana kondisi rakyat Mesir kala itu. Ia pun melihat bagaimana kondisi bangsa Israel yang kala itu dijadikan budak oleh bangsa Mesir.

Dikisahkan bahwa Musa membunuh seorang prajurit Mesir sebab membela kaumnya yakni bangsa Israel yang dikala itu diperlakukan semena-mena oleh prajurit tersebut.

Menyesali perbuatannya tersebut, Musa kemudian memutuskan untuk lari dan keluar dari wilayah Mesir. Ia berjalan berhari-hari menyusuri panasnya pada pasir. Ia kemudian hingga di negeri Madyan yang sekarang menjadi wilayah Uni emirat Arab.

Di Madyan, Musa bertemu dengan dua orang gembala perempuan yang ingin memberi minum ternaknya. Ia kemudian membantu mereka dan juga menjelaskan asal usulnya. Atas bantuannya, pemilik ternak berjulukan Yitro mengundang Musa untuk ke kediamannya.

Ia menceritakan asal undangan serta dilema yang ia hadapi. Pemilik ternak tersebut kemudian paham dan memperlihatkan Musa untuk tinggal bersamanya dan memperkerjakannya sebagai pengembala ternak.

Selama beberapa tahun, Musa membantu Yitro menjaga ternak-ternaknya. Yitro alhasil menikahkan anaknya bernama  Zipora. Dari pernikahannya dengan Zipora, Musa kemudian dikarunianya dua orang anak berjulukan Gersom dan Eliezer.

Setelah beberapa tahun tinggal di Madyan, Musa kemudian membawa istri beserta anaknya pergi meninggalkan Madyan. Namun ditengah perjalanan, Ia dan keluarganya hingga di lereng gunung Sinai.

Terpilih Sebagai Nabi / Utusan Allah

Di daerah tersebut, Musa melihat api di gunung tersebut. Karena penasaran, Ia kemudian memberanikan diri pergi melihat sumber api tersebut. Disana, ia mendengar bunyi yang memanggil namanya. Ia kemudian mencari sumber bunyi tersebut.

Di gunung itu, Allah kemudian berbicara eksklusif dengannya. Ia memerintahkan Musa kembali ke Mesir untuk memperingatkan Firaun atas perbuatannya. Ia juga menentukan Musa sebagai Nabi untuk memberikan pesanNya tersebut.

Setelah menerima perintah dari Allah di gunung Sinai, Nabi Musa kemudian turun dan menceritakan kepada istri serta mertuanya mengenai insiden yang ia alami.

Kembali Ke Mesir

Setelah itu, Nabi Musa kemudian berangkat kembali ke Mesir. Sesampainya di Mesir, ia bertemu dengan kedua kakaknya yakni Harun serta Miryam dan menceritakan insiden tersebut.

BACA JUGA :  Biografi PK Ojong – Pendiri Surat Kabar Kompas

Harun kemudian memahami bahwa adiknya tersebut merupakan Nabi yang dipilih oleh Allah untuk memberikan perintah tersebut. Nabi Musa serta Nabi Harun menemui Firaun di istananya.

Setelah bertemu dengan Firaun, Nabi Musa memberikan pesan yang ia sanggup dari Allah dan menyuruh Firaun bertobat dan melepaskan bangsa Israel yang kala itu menjadi budak keluar dari Mesir.

Untuk menerangkan bahwa Musa ialah Nabi pilihan Allah, ia melemparkan tongkatnya yang alhasil bermetamorfosis ular hal ini merupakan salah satu mukjizat dari Nabi Musa. Namun Firaun menganggapnya sebagai tukang sihir.

Firaun kemudian memerintahkan para andal sihir istana untuk melemparkan tali mereka yang kemudian juga berubah manjadi ular. Namun ular Nabi musa memangsa ular-ular ciptaan andal sihir istana tersebut.

Peristiwa tersebut tidak menciptakan Firaun bertobat. Ia malah semakin menantang Nabi Musa dan menjadi semakin sombong. Kesombongan Firaun menciptakan Tuhan murka.

Peristiwa pertemuannya dengan Firaun menciptakan kaum budak Israel percaya bahwa Nabi Musa merupakan Nabi yang dijanjikan oleh Allah.

Allah kemudian menurunkan aneka macam azab di wilayah Mesir atas kesombongannya. Mulai dari kekeringan, hasil panen sedikit serta wabah belalang, katak serta air yang bermetamorfosis merah darah. Selain itu, Mesir juga dilanda angin topan.

Membawa Kaum Israel Keluar Dari Mesir

Hal ini menciptakan Firaun kemudian memohon kepada Musa supaya berdoa kepada Allah supaya wabah tersebut berhenti. Setelah wabah berhenti, Firaun kemudian menginkari janjinya.

Allah kemudian menyuruh nabi Musa untuk memerintahkan bangsa Israel mempersiapkan diri serta perbekalan mereka untuk keluar dari Mesir.

Dalam Quran dikisahkan bahwa nabi Musa bersama bangsa Israel meninggalkan Mesir diwaktu malam hari. Ia juga membawa jasad Nabi Yusuf keluar bersamanya.

Beberapa usang sehabis bangsa Israel meninggalkan Mesir, Firaun kemudian memerintahkan para pasukannya untuk mengejar Nabi Musa serta kaumnya.

Nabi Musa Membelah Lautan

Dalam Biografi Nabi Musa diketahui bahwa Firaun memimpin ribuan pasukannya mengejar Nabi Musa bersama dengan bangsa Israel hingga ke tepi Laut Merah. Di tepi bahari Merah, Tuhan kemudian memerintahkan nabi Musa mempergunakan tongkatnya untuk membelah Laut Merah.

BACA JUGA :  Biografi KH Hasyim Asy’ari – Pendiri Nahdlatul Ulama (NU)

Peristiwa terbelahnya bahari merah dipercaya sebagai salah satu mukjizat nabi Musa. Kisah membelah bahari Merah ini juga disebutkan Quran dan Alkitab.

Bersama dengan bangsa Israel, Nabi Musa berhasil menyebrangi bahari merah. Firaun juga mencoba menyebrangi bahari merah, namun dikala hingga di tengah Allah kemudian menutup bahari tersebut dan menciptakan firaun serta bala tentaranya karam di dalam lautan.

Setelah hingga diseberang lautan, Nabi Musa membawa kaumnya hingga di gunung Sinai. Disini, kaum Israel menciptakan perjanjian dengan Tuhan.

Nabi Musa kemudian naik ke gunung Sinai menemui Allah dan menitipkan pesan kepada Nabi Harun kakaknya untuk menjaga kaumnya dari kemungkaran.

Menerima Sepuluh Perintah Tuhan

Dalam Biografi Nabi Musa diketahui bahwa di Gunung Sinai, Nabi Musa mendapatkan sepuluh perintah Tuhan yang dikenal dengan sebutan The Ten Commandement yang kemudian termaktub dalam kitab Taurat. Kitab ini kemudian dipercaya oleh kaum yahudi, Nasrani serta kaum muslim.

Dibawah gunung, Kaumnya sudah tidak sabar menunggu Nabi Musa kembali dari gunung. Meskipun sudah dinasehati oleh Nabi Harun, namun kaum tersebut terdapat golongan yang membangkang.

Nabi Harun tidak sanggup mencegah golongan itu menciptakan patung anak sapi dari emas dan kemudian menyembahnya. Setelah Nabi Musa turun dari gunung membawa dua buah loh kerikil berisi sepuluh perintah Tuhan, ia kemudian kecewa.

Nabi Musa kemudian membanting dua buah loh kerikil tersebut citra dari kekecewaannya terhadap kaumnya yang kembali menyembah berhala. Ia kemudian menghancurkan patung tersebut dan menyeru untuk menyembah Allah.

Setelah dari gunung sinai, Nabi Musa kemudian membawa kaumnya ke tanah yang dijanjikan oleh Allah. Dan mengingatkan untuk selalu menyembah Allah dan mengikuti perintah sesuai dengan kitab taurat.

Nabi Musa Wafat

Setelahnya, Nabi Musa melaksanakan pengembaraan selama kurun waktu empat puluh tahun meninggalkan kaumnya di tanah yang dijanjikan. Setelah menuntaskan tugasnya, Nabi Musa wafat dan dimakamkan di Gunung Nebo di lokasi yang tidak diketahui di wilayah Yordania.