Bukannya Empati, Netizen Ini Sebar Ujaran Kebencian Sesaat Sesudah Gempa Terjadi

Bukannya Empati, Netizen Ini Sebar Ujaran Kebencian Sesaat Setelah Gempa Terjadi

netizen dan gempa palu
Tidak punya empati? | keepo.me

Memanfaatkan kesempatan untuk jadi terkenal

Sebagai insan yang beradab, tentu sebagian besar darimu akan berempati ketika peristiwa alam menimpa orang lain. Sebut saja ketika gempa mengguncang Donggala dan Palu di Sulawesi Tengah.

Guncangan berkekuatan 7,7 SR yang terjadi pada Jum’at sore (28/8/2018) kemudian menelan korban tewas ratusan jiwa, luka-luka dan hilang. Berbagai ucapan belasungkawa dan tunjangan tiba dari aneka macam pihak. Tercatat sudah ada 18 negara yang memperlihatkan tunjangan kepada Indonesia.

Namun, fakta sebaliknya justru dilakukan oleh beberapa netizen asal Indonesia. Bukannya berempati dan turut berduka, beberapa orang ini malah bersyukur. Dilansir dari unggahan akun Facebook-nya, ia senang sebab peristiwa tersebut berhasil menyapu higienis polisi dan tentara.

Bersyukur dan disambut baik oleh “temannya”

netizen dan gempa palu
Jahat | www.facebook.com

Game over:

#Alhamdulillah…

#Kabar_gembira

#Untuk_kaum_muslimin

#tentera_tentera_allah #membantai_mereka

Dari unggahan tersebut pula, akun Facebook Yati Maryln juga mengunggah sebuah informasi dari Mata Media. Artikel yang dilansir menyebutkan bahwa korban tak hanya tiba dari warga sipil, tapi polisi dan tentara turut juga menjadi korban keganasan gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Parahnya lagi, posting-an tersebut ditanggapi dengan ucapan takbir dan ungkapan kebahagiaan dari bahagian dari beberapa warganet lainnya.

Baca juga: Film Tentang Bencana Alam Paling Dahsyat

Di-reupload oleh Generasi Muda NU

Tanpa menunggu lama, screenshoot unggahan dan komentar netizen yang tidak punya rasa kemanusiaan tersebut tersebar luas hingga diunggah ulang oleh Generasi Muda NU.

Ratusan netizen lain turut mengomentari unggahan halaman Generasi Muda NU tersebut. Banyak yang mengecam hingga geleng-geleng kepala jawaban ulah dari oknum yang “berbahagia” tersebut. Di tengah krisis bencana, masih saja ada sekelompok orang yang mencari perkara baru.

Ahmad Marzuki: Kalau sudah togat-togut, itu bahasanya HTI. Dikit-dikit takbir. Islam kok bengis kayak gitu. Saya berlindung kepada Allah dari golongan yang gampang mengafirkan orang lain.

Deana Fauza: Masih ada yang menyangkal betapa bahayanya HTI ketika ini? Mereka bersyukur sebab ada korban jiwa jawaban bencana. Astagfirullah. Ampuni kami ya Allah.

Wisnu Dewabrata: Setelah saya coba lihat-lihat dalamnya sepertinya, memang akun simpatisan atau malah anggota ISIS.

Amin Gustiono: Di ketika orang-orang dan bangsa sedang berduka, di situ lah para kampret berpesta pora. Lihat saja komentar banyaomong mereka. Benar-benar insan tidak punya hati dan rasa.

Mas Pur Alifandra Akbar: Masih layak kah mereka kita sebut manusia? Menjadikan peristiwa alam untuk cocokologi dan memperolok saudaranya sedemikian keji.

ArmyReno Chris: Belajar agama di mana ya mereka hingga nggak punya hati? Rasulullah saja masih baik kepada yang membencinya, ini malah senang jika saudara senegaranya sanggup musibah.

Artikel Lainnya

Akan lebih bijak untuk lebih memperhatikan unggahan sebelum di-post di media sosial. Jika tidak ada hal baik yang sanggup dibagi, membisu ialah salah satu hal yang lebih baik daripada menyebar ujaran kebencian. Semoga tidak ada lagi oknum yang menciptakan rakyat terpecah belah sebab perbedaan pandangan sepele menyerupai ini.

Tags :