Dalam Mengambil Keputusan Hendaknya Jangan Tergesa-Gesa

Sapoiha.com – Kebanyakan dilema biasanya terjadi dalam ruang lingkup anggota keluarga atau antara pasangan suami istri, atau bisa juga terjadi antar sesama teman dan saudara. Oleh alhasil jika terjadi problem, maka bagian terbesar yang mampu membantu untuk memecahkanya yaitu sikap pelan-pelan tidak terburu-buru sambil berpikir ihwal persoalan yang bahu-membahu dan tidak tergesa-gesa di dalam mengambil keputusan.

Cara mengambil keputusan dalam Syariat Islam

Dan keputusan tetap berada di tanganmu, jikalau kau mempunyai aliran untuk hari ini maka itu merupakan pedoman untuk hari esok juga, tidak ada yang membuat dirimu merasa di rugikan dengan lambatnya kamu di dalam mengambil keputusan, bahkan dengan alasannya itu pikiranmu mampu berubah untuk mendapat keputusan yang terbaik, begitu seterusnya. 

Terlebih dengan diiringi hati yang hening, kemarahan telah sirna dan kegalutan pun telah pergi, maka itu mampu lebih banyak membantu untuk menemukan solusi yang tepat. Dan Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada Aisyah di dalam sabdanya:
“Berbuatlah dengan lembut lembut dan jauhi olehmu permusuhan dan perbuatan keji, bergotong-royong tidaklah lemah lembut itu di letakan pada suatu masalah melainkan ia niscaya akan menghiasinya, dan tidaklah di cabut lemah lembut tersebut dari suatu kasus melainkan akan menimbulkan jelek”. HR Muslim.

Tata cara mengambil Keputusan

Anjuran ini pada asalnya di tujukan pada ibunda kita Aisyah, namun setelahnya eksklusif mengarah kepada seluruh orang-orang yang beriman.
Kita tidak pernah mendengar bahwa sifat gampang marah dan gampang terpancing emosi itu bisa mendatangkan kebaikan (di manapun tempatnya), jika sekiranya saya ceritakan hasil dari penelitian pada orang-orang yang gampang murka maka kalian pasti akan heran di sebabkan banyaknya akibat buruk dari perilaku ini, mirip, akan mengakibatkan anak satu sama lain saling berkelompok alasannya adalah takut dengan bapaknya yang berangasan, terhempasnya keluarga, dan menjadikan penjara penuh untuk menampung tahanan…semua itu di sebabkan kemarahan yang terkadang sifatnya hanya sebentar.
Betapa indahnya jikalau mau berpikir terlebih dahulu sebelum berbuat sambil di hiasi dengan kelemahlembutan dan perilaku bijak dalam bertindak.