Diminta Lepaskan Kapal Pencuri Ikan Oleh Patroli Laut Malaysia, Ini Perilaku Kapal Indonesia

Diminta Lepaskan Kapal Pencuri Ikan Oleh Patroli Maritim Malaysia, Ini Sikap Kapal Indonesia

Ini final perundingan Malaysia dan Indonesia

Viral sebuah video di media umum Facebook soal kapal Maritim Malaysia yang mengejar kapal patroli Indonesia di Selat Malaka. Kapal patroli maritim Malaysia itu ternyata mencoba mengintervensi penangkapan kapal yang diduga melaksanakan illegal fishing oleh pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dilansir melalui CNNIndonesia.com, Pelaksana kiprah (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Agus Suherman menyampaikan insiden berawal ketika KP Hiu mendeteksi keberadaan dua kapal ikan berbendera Malaysia, Kapal Motor (KM) PKFB 1852 dan KM KHF 1256, di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI), tepatnya di Selat Malaka, pada Rabu (3/4) pukul 07.20 WIB.

KP Hiu pun mengejar dua kapal berbendera Malaysia tersebut pada pukul 08.40 WIB. Selanjutnya, KP Hiu menindaklanjutinya dengan melaksanakan acara penyegaran, penghentian, dan investigasi (henrikhan) terhadap dua kapal itu pada pukul 09.05 WIB dan 09.13 WIB.

Hasil pemeriksaan, ia melanjutkan, mengambarkan bahwa KM PKFB 1852 berukuran 64.71 Gross Ton (GT) dengan alat tangkap trawl diawaki empat orang, yakni dua warga negara Thailand dan dua warga negara Kamboja. Sedangkan KHF 1256 berukuran 53.02 GT dengan alat tangkap trawl, diawaki oleh tiga orang warga negara Thailand.

Menurutnya, kedua kapal tersebut tidak mempunyai ijin dari Pemerintah Indonesia dan memakai alat tangkap yang dilarang. Selanjutnya kedua kapal dibawa ke Stasiun PSDKP Belawan untuk dilakukan proses aturan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

“Itu kapalnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, kapal KKP Hiu, ia memang melaksanakan penangkapan terhadap dua kapal ikan gila Malaysia di Selat Malaka. Intinya, ini kan sama-sama mengklaim ya, kita sebagai negara yang berdaulat harus menangkap kapal ikan gila yang melaksanakan illegal fishing di perairan kita, makanya KKP melaksanakan penangkapan dan membawa kapal itu ke Belawan. Nah menurut insiden itu, Malaysia mengklaim bahwa itu yaitu wilayah Malaysia akhirnya, bergotong-royong itu hanya perundingan saja Polisi Maritim Malaysia,” kata Kadispen Koarmada I, Letkol Laut (P) Agung Nugroho (Detik.com).

Setelah proses penangkapan KP Hiu mengidentifikasi adanya Kapal Maritim Malaysia jenis kapal cepat dengan nama Penggalang 13 yang tiba dan mendekati kapal tangkapan tersebut.

Kapal Maritim Malaysia meminta KP Hiu melepaskan dua kapal tangkapannya. Namun seruan tersebut tegas ditolak. Sampai balasannya Kapal Maritim Malaysia meminta biar hanya satu saja kapal yang dilepaskan. Saat itu juga terlihat tiga helikopter yang mengitari KP Hiu.

“Permintaan tetap ditolak oleh KP Hiu 08. Selanjutnya sehabis perundingan tidak berhasil, Penggalang 13 serta tiga helikopter meninggalkan KP Hiu kembali ke perairan Malaysia,” ujar Agus.

Setelah insiden tersebut, KKP mengirimkan surat seruan pada Kementerian Luar Negeri untuk melayangkan nota protes kepada Pemerintah Malaysia.

“Diharapkan Pemerintah Malaysia sanggup mengambil langkah-langkah untuk mencegah acara illegal fishing yang dilakukan oleh kapal-kapal perikanannya di perairan Indonesia,” ucap dia.

Artikel Lainnya

Tentunya praktek illegal fishing harus terus diperangi dan diberantas di perairan Indonesia. Hal ini menjaga biar sumber daya bahari Indonesia tak dicuri negara lain. Melihat upaya yang dilakukan Kementerian Perairan dan Perikanan sudah all out, kita sebagai rakyat Indonesia sendiri juga harus ikut menjaga sumber daya laut. Caranya yaitu dengan jangan membuang sampah sembarangan, dan menangkap ikan dengan cara-cara yang tidak boleh ibarat memakai bom dan tak memburu spesies bahari yang dilindungi dan sanggup merusak ekosistem perairan ya guys.