Eksekusi Terbesar Sepanjang Sejarah Modern Arab Saudi, Dalam Sehari Saudi Penggal 37 Kepala!

Eksekusi Terbesar Sepanjang Sejarah Modern Arab Saudi, Dalam Sehari Saudi Penggal 37 Kepala!

Ilustrasi algojo
Ilustrasi algojo | Google.com

Ngeriii!

Ditengah kemelut Pilpres 2019 yang tak kunjung reda, hal mengejutkan justru terjadi di negara sobat Indonesia yang notabene menjada langganan beribadah haji, iya di Arab Saudi akhir-akhir ini menciptakan heboh netizen dunia karena telah mengeksekusi 37 warganya alasannya terindikasi penganut Shiah dan kejahatan lainnya yang berafiliasi dengan terorisme.

Dilansir dari detikcom, Kamis (24/4/2019), berdasarkan pembangkan Saudi, Ali al-Ahmed, sanksi yang dilakukan Saudi terkait beberapa warganya yang terpapar Shiah yakni sebuah pesan politil ke Iran, pada tahun 2019 ini tercatat sudah ada 100 orang yang dihukum mati disana, dan sebagian besar yang dihukum yakni warga Saudi dari golongan Shiah.

Ini yakni sanksi terbesar terhadap kelompok Shiah dalam sejarah Saudi, kata al-Ahmed.

Setelah dieksekusi, jasad dan kepala korban juga akan digantung di sebuah tiang sebagai peringatan untuk yang lainnya. Eksekusi besar-besaran ini dikabarkan akan semakin meningkatkan ketegangan di tempat Timur Tengah terkait sektarian antara Arab Saudi dan Iran.

Ilustrasi algojo
Ilustrasi algojo | news.detik.com

Tanpa menunggu lama, sanksi besar-besaran yang dilakukan Saudi tak pelak mengundan reaksi bermacam-macam dari dunia internasional, tak terkecuali Lembaga Hal Amnesty Internasional yang mengukuhkah bahwa secara umum dikuasai korban sanksi yakni laki-laki dari golongan Shiah.

Lebih lanjut forum tersebut juga mengklaim bila para korban dinyatakan bersalah sesudah mengikuti ‘pengadilan yang tidak benar’ alasannya akreditasi para saksi dan terdakwa dilakukan secara penyiksaan.

Eksekusi 2019 digadang-gadang sebagai sanksi terbesar dalam waktu satu hari semenjak 2 Januari 2016, saat itu Saudi menjatuhkan sanksi mati terhadap 47 orang dalam kasus yang berafiliasi dengan terorisme, kala itu sanksi itu menjadi sanksi terbesar semenjak tahun 1980.

Diantara para korban yang dihukum ada ulama Shiah yang cukup ternama yakni Nimr al-Nimr, kematian al-Nimr tentu menyulut gelombang protes besar-besaran, mulai dari Pakistan sampai Iran, dan perusakan di kedutaan Saudi di Teheran.

Pasca insiden tersebut, kekerabatan diplomatik antara Saudi – Iran kian memburuk, dan dampaknya kedutaan Saudi di Teheran pun mau tidak mau harus ditutup.

Pihak kerajaan, dalam hal ini Raja Saudi sebelumnya juga dikabarkan telah menyetujui terkait sanksi massal pada hari Selasa kemarin, (23/4/2019).

Pangeran MBS & Raja Salman
Pangeran MBS & Raja Salman | news.detik.com
Artikel Lainnya

Menurut pengumuman resmi pemerintah Arab Saudi, semenjak awal 2019, sudah hampir 100 orang mati sia-sia alasannya dihukum di sana, tahun lalu, Saudi mengeksekusi 149 orang, rata-rata para korban yakni penyelundup narkoba, berdasarkan data yang didapatkan oleh Amnesty Internasional.