Gara-Gara Bedak Ketiak, Gadis Indonesia Dikira Bawa Narkoba Sampai Ditahan Polisi Singapura

Gara-gara Bedak Ketiak, Gadis Indonesia Dikira Bawa Narkoba sampai Ditahan Polisi Singapura

Ditahan polisi gara-gara bedak ketiak
Ditahan polisi gara-gara bedak ketiak | www.instagram.com

Ditahan polisi hanya alasannya yaitu bedak ketiak yang dikira narkoba

Seorang wanita asal Indonesia yang tinggal di Singapura harus rela digelandang ke kantor polisi. Perempuan berjulukan Sharonia Paruntu itu diduga mengonsumsi narkotika jenis sabu. Berawal ketika ia merayakan ulang tahun bersama teman-temannya di sebuah hotel di Singapura. Petugas hotel meragukan sebuah benda di kamar mandi yang seakan-akan serbuk obat terlarang jenis sabu. Padahal bubuk tersebut yaitu bedak ketiak atau bedak tawas.

1.

Petugas hotel menerka narkoba

Ditahan polisi gara-gara bedak ketiak
Screenshot Instagram | aceh.tribunnews.com

Dilansir dari Tempo.co, Rabu (27/11/19), seorang wanita berkewarganegaraan Indonesia dan temannya ditahan otoritas Singapura ketika merayakan hari ulang tahun. Ini terjadi sesudah petugas Hotel W di Pulau Sentosa melapor ke polisi bahwa wanita berjulukan Sharonia Paruntu dan tiga orang temannya diduga memakai narkoba.

Penangkapan itu terjadi pada tanggal 10 November kemudian sempurna di hari ulang tahun Sharonia. Melalui Instagram miliknya, Sharonia mencerita awal mula ia sanggup mendekam di penjara kantor polisi Singapura. Saat menginap di hotel, kedua sahabat Sharon terkunci di kamar mandi. Ia kemudian memanggil petugas hotel untuk meminta bantuan.

Baca juga: Viral Lowongan Kerja Sekretaris Bergaji sampai Rp 23 Juta, Tapi Harus Mau ‘Disentuh’ Si Bos

Petugas hotel kemudian membantu memperbaiki pintu kamar mandi. Sharon dan temannya kemudian diminta pindah kamar alasannya yaitu pintu kamar mandi akan diperbaiki. Pada ketika melihat bab dalam kamar mandi, petugas meragukan benda serbuk putih yang diduga yaitu sabu.

2.

Didatangi polisi

Ditahan polisi gara-gara bedak ketiak
Screenshot Instagram | aceh.tribunnews.com

Tak berapa usang usai pindah kamar, pada pukul 09.30 waktu setempat, Sharon mendengar ada suara ketukan pintu yang diduga dari petugas hotel. Belum sempat dibuka, pintu kamar pun didobrak yang dibaliknya nampak 9 petugas polisi.

Sharon sempat kaget mengapa aneka macam petugas kepolisian di kamarnya, namun ia tetap berusaha tenang. Polisi kemudian menanyakan benda putih yang dimaksud petugas hotel.

Sharon pun mengakui bila itu yaitu bubuk ketiak miliknya. Sayangnya polisi tak percaya dan menggelandang Sharon beserta teman-temannya ke kantor polisi dengan tangan diborgol layaknya penjahat.

Baca juga: Punya Sahabat ‘Sultan’, Cewek ini Dibelikan iPhone 11 Saat Layar iPhone 6 Miliknya Retak

Selama bubuk ketiak tersebut diperiksa polisi, Sharon diinterogasi dan ditahan selama 14 jam. Ia merasa diperlakukan secara kasar. Ia juga tidur di lantai penjara tanpa alas, bahkan hanya diberi makan sekali.

3.

Terbukti bukan narkoba

Setelah ditahan selama 14 jam, kesudahannya pada pukul 01.00 waktu setempat, Sharon dan teman-temannya dibebaskan alasannya yaitu terbukti tak mengonsumsi narkoba. Bubuk tersebut juga dipastikan bukan sabu atau jenis narkoba lainnya melainkan bubuk ketiak.

“Mereka kesudahannya dibebaskan tanpa syarat pada pukul 1.43 pagi pada 11 November 2019 sesudah pengecekan awal pada bubuk putih dan tes urin mengatakan negatif adanya narkoba,” ujar kepolisian dilansir dari Tempo.co.

Baca juga: Menangis alasannya yaitu Ultahnya Dilupakan Keluarga, Cowok ini Dapat Surprise Dari Pak Polisi

Ayah Sharon melalui akun Facebook-nya menyesalkan bencana yang menimpa anaknya yang harus merayakan ulang tahun di penjara. Menurut pengacara kriminal Amolat Singh, langkah yang diambil polisi menangani masalah tersebut sudah sesuai prosedur.

“14 jam bukan sesuatu yang luar biasa. Kalau kita melihat situasi dan kondisi yang mengakibatkan terjadinya penahanan, saya rasa masuk akal bila polisi curiga dan mengambil tindakan sesuai dengan protokol,” ujar Singh.

Artikel Lainnya

Setelah Sharon dibebaskan, petugas hotel mengirimkan ajakan maaf secara resmi kepada Sharon dan teman-temannya. Sharon sendiri masih menyesalkan apa yang terjadi padanya dan perlakuan polisi yang menganggapnya sebagai seorang kriminal.

Tags :