Hasil Penelitian Ini Sebut Pasien Sembuh Corona Alami Cacat Paru Permanen!

Hasil Penelitian ini Sebut Pasien Sembuh Corona Alami Cacat Paru Permanen!

ilustrasi paru-paru terinfeksi corona
gambaran paru-paru terinfeksi corona | www.itnonline.com

Sungguh mengerikan!

Ratusan negara di seluruh dunia sekarang berperang melawan pandemi Covid-19, virus yang pertama kali meledak di Wuhan, Tiongkok itu secara cepat tersebar di seluruh dunia, bahkan beberapa negara maju menyerupai Amerika Serikat, dan beberapa negara di benua biru dibentuk kelimpungan tak berdaya. Hingga info ini dibuat, total jumlah insan yang telah terinfeksi virus corona ini sekitar 9,472,473 dari seluruh dunia.

Meski banyak sekali tindakan preventif telah dilakukan, faktanya virus ini masih saja terus menyebar bahkan WHO selaku Badan Kesehatan Dunia jadinya mengeluarkan statmen yang cukup mengejutkan, yakni meminta supaya semua negara bersedia hidup berdampingan dengan virus corona layaknya dulu dikala HIV Aids pertama kali tersebar.

Baca juga : Miris! Bukan Menghindar, Warga Ramai-Ramai Nonton Pasien Corona di RSUD Tasikmalaya

Pernyataan ini diperparah dengan temuan oleh salah seorang anggota komite administrator dari British Society of Thoracic Imaging dan penasihat untuk Royal College of Radiologists, Dr Sam Hare, yang menyebutkan lebih banyak didominasi penyintas Covid-19, mengalami kerusakan paru-paru permanen. Lebih lanjut berdasarkan penuturan hebat medis, para pasien yang telah sembuh justru mengalami jaringan parut (fibrosis) pada paru-paru yang disertai tanda-tanda ringan lainnya, menyerupai batuk dan kelelahan. Oleh lantaran itu, jangan keburu bahagia dulu apabila ada yang berhasil sembuh dari virus tersebut karena, mereka juga wajib kembali melaksanakan investigasi untuk mengecek keadaan paru-paru.

Dalam pemindaian selama enam minggu, sejauh ini saya melihat sekitar 20-30 persen pasien yang dirawat di rumah sakit menawarkan kerusakan paru-paru permanen, jelasnya yang dikutip dari The Sun, Rabu (24/6/2020).

Dicurigai, kerusakaan yang terjadi pada paru-paru penyintas Covid-19 dipicu oleh respons imun yang berlebihan, sehingga berakibat pada banyaknya lendir dan cairan yang mengisi kantung udara di paru-paru. Hal inilah yang menciptakan pasien susah bernafas sehingga harus dibantu dengan alat menyerupai ventilator.

Hal senada juga diungkapkan oleh sebuah studi di Tiongkok yang juga mengungkapkan bila para pasien yang telah sembuh dari virus asal Wuhan ini juga mengalami kerusakan paru-paru permanen sehabis keluar dari rumah sakit. Hal ini pun terjadi pada pasien SARS dan MERS yang 60 persen pasien sembuhnya mengalami fibrosis paru.

Baca juga : Ngeri! Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Jalanan sampai Rumah Sakit, China Kewalahan?

ilustrasi paru-paru terinfeksi corona
ilustrasi paru-paru | health.detik.com
Paru-paru terinfeksi corona
Paru-paru terinfeksi corona | www.itnonline.com
Artikel Lainnya

Kekhawatiran saya sebetulnya yakni tidak pernah menyangka sebelumnya dalam hidup kita, begitu banyak orang yang mengalami cedera paru-paru yang sama di dikala yang bersamaan, kata Prof Gisli Jenkins, dari National Institute for Health Research.