Kabar Baik, Psbb Di Dki Jakarta Turunkan Jumlah Perkara Gres Corona

Kabar Baik, PSBB di DKI Jakarta Turunkan Jumlah Kasus Baru Corona

Jakarta
PSBB di Jakarta | www.thejakartapost.com

Kasus nyata corona di DKI Jakarta telah mengalami pelambatan

Pemberlakuan Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta sepertinya mulai menawarkan kabar baik. Hal ini ditunjukkan melalui hasil penurunan jumlah kasus gres setiap harinya, sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

1.

Kasus corona mulai alami perlambatan

Jakarta
PSBB di Jakarta | www.thejakartapost.com

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menyampaikan kasus nyata corona di DKI Jakarta telah mengalami pelambatan. Hal ini disampaikan Doni melalui konverensi video sehabis rapat bersama Presiden Joko Widodo, Senin, 27 April 2020.

“Kami jelaskan juga khusus DKI, perkembangan yang terakhir kasus nyata telah mengalami perlambatan yang sangat pesat,” ujar Doni Monardo, dikutip dari Kompas.com.

“Saat ini sudah mengalami flat dan kita berdoa semoga tidak terlalu banyak lagi kasus nyata yang terjadi,” tambahnya.

Berdasarkan data yang tertera di situs resmi Pemprov DKI Jakarta, penambahan kasus gres mulanya terus mengalami peningkatan. Pada tanggal 15 April 2020, kasus gres bertambah hingga mencapai 223 orang.

2.

Penurunan kasus corona di DKI Jakarta

Jakarta
PSBB di Jakarta | www.thejakartapost.com

Penurunan jumlah kasus gres di DKI Jakarta mulai terjadi pada tanggal 21 April hingga 26 April 2020. Pada 27 April 2020, jumlah kasus gres pun sedikit bila dibandingkaan dengan hari sebelumnya.

Pada 26 April 2020, kasus gres bertambah sebanyak 65 orang. Adapun jumlahnya meningkat sedikit di tanggal 27 April 2020, yaitu menjadi 70 orang.

Doni mengklaim bahwa penurunan angka penularan virus corona di DKI Jakarta merupakan pengaruh dari penerapan kebijakan PSBB dengan baik. Adanya kebijakan PSBB ini menciptakan masyarakat lebih dibatasi sehingga penularan virus pun melambat.

Menurut Doni, hasil pelaksanaan PSBB di DKI Jakarta sudah diketahui oleh Gubernur Anies Baswedan dan Presiden Jokowi, “Bapak Gubernur DKI Jakarta telah melaporkan ke Bapak Presiden perihal hasil yang dicapai selama PSBB,” ujar Doni.

3.

Aktivitas normal diprediksi mulai bulan Juli

Jakarta
PSBB di Jakarta | www.thejakartapost.com

Doni mengatakan, bila penurunan kasus nyata corona juga terjadi di wilayah-wilayah lain yang menerapkan PSBB, masyarakat Indonesia bisa kembali beraktivitas menyerupai semula pada bulan Juli mendatang.

Hal ini pun bisa dicapai melalui dukungan berupa tes secara masif dan pelacakan kasar yang dilakukan pemerintah.

“Maka, presiden menegaskan berulang kali perihal pentingnya upaya kita untuk melaksanakan tes masif pada bulan April dan Mei. Ini dilanjutkan dengan pelacakan yang kasar serta isolasi yang ketat,” ujar Doni.

“Agar pada Juni mendatang kita bisa menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia sehingga pada Juli dibutuhkan kita sudah bisa mulai mengawali hidup normal kembali,” imbuhnya.

Artikel Lainnya

Doni meminta semoga masyarakat Indonesia mematuhi hukum terkait PSBB dan larangan pulang kampung dari pemerintah. Aparat keamanan pun Doni harapkan bisa menindak tegas para pelanggar hukum PSBB dan larangan mudik. Dengan demikian, pemutusan mata rantai virus corona di Indonesia bisa lebih efektif dan optimal.