Kabar Gembira, Mendikbud Nadiem Janjikan Berguru Online Permanen!

Kabar Gembira, Mendikbud Nadiem Janjikan Belajar Online Permanen!

ilustrasi berguru di rumah
gambaran berguru di rumah | unsplash.com

Semoga dapat terlaksana secepatnya!

Pasca merebaknya pandemi Covid-19, beberapa negara yang mengalami lonjakan pasien terinfeksi virus corona tentu melaksanakan segala cara demi menekan sebaran virus yang pertama kali menginfeksi penduduk Wuhan, Tiongkok tersebut.

Salah satunya menyerupai yang tengah direncanakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang mengatakan, kedepan metode pembelajaran jarak jauh akan dapat diterapkan permanen pasca pandemi berakhir.

Alasan Kemendikbud ialah sudah seharusnya sedini mungkin menerapkan teknologi dalam acara belajar-mengajar, salah satunya menyerupai pembelajaran jarak jauh.

Pembelajaran jarak jauh, ini akan menjadi permanen. Bukan pembelajaran jarak jauh pure saja, tapi hybrid model. Adaptasi teknologi itu niscaya tidak akan kembali lagi, kata Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, Kamis (2/7/2020).

Lebih lanjut dilansir Kompas.com, Jum’at (3/7/20), alasan Nadiem begitu kekeh ingin menerapkan planning ini ialah untuk menawarkan kesempatan bagi sekolah untuk melaksanakan banyak sekali macam modelin acara berguru mengajar.

Kesempatan kita untuk melaksanakan banyak sekali macam efisiensi dan teknologi dengan software dengan aplikasi dan menawarkan kesempatan bagi guru-guru dan kepala sekolah dan murid-murid untuk melaksanakan banyak sekali macam hybrid model atau school learning management system itu potensinya sangat besar, tuturnya. Menurut Nadiem, hal ini terbukti dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19.

Baca juga : Penunjukannya Bikin Kaget, Ini Rencana 100 Hari Kerja Mendikbud Nadiem Makarim

ilustrasi berguru di rumah
Mendikbud Nadiem Makarim | tekno.tempo.co

Kebijakan kontroversial

Jauh sebelum berencana menerapkan metode pembelajaran jarak jauh, Nadiem sebelumnya juga telah mengeluarkan dua paket kebijakan dalam dunia pendidikan.

Kebijakan pertama dikenal dengan sebutan Merdeka Belajar, kebijakan ini menerapkan pada pembenahan terhadap sistem pendidikan dasar dan menengah, salah satunya ialah menghapus sistem Ujian Nasional (UN) dan menggantinya dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter.

Kemudian kebijakan kedua, disebut Kampus Merdeka, yang lebih menitik beratkan pada menawarkan keleluasaan perguruan tinggi tinggi tanpa harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan banyak instansi.

Jadi seratus hari ini, semua kita analisis mana yang dapat dilakukan sekarang, untuk mulai memotong rantai-rantai sekat-sekat regulasi yang menghalangi proses penemuan di dalam unit pendidikan kita. Lebih lanjut lagi masuk ke peningkatan kualitas guru, kurikulum dan lain-lain, itu masih butuh waktu lebih usang untuk mematangkan konsep merdeka berguru ini, kata Nadiem menyerupai dikutip, Senin (3/2/2020).

Baca juga : Siswa Gembira! 2021 Ujian Nasional Resmi Dihapus, Nadiem Ganti Sama Format Baru

Artikel Lainnya

Menyambung planning kebijakan pembelajaran jarak jauh nanti, berdasarkan Nadiem, baik guru dan orang renta nantinya akan mengikuti keadaan dan bereksperimen untuk memanfaatkan teknologi guna mendukung acara berguru mengajar anak.

Walau kini kita semua kesulitan mengikuti keadaan dalam PLJ, tapi belum pernah dalam sejarah Indonesia kita melihat jumlah guru dan kepala sekolah yang bereksperimen dan orangtua juga bereksperimen mengikuti keadaan dengan teknologi, ucapnya.

Jadi ini merupakan sebuah tantangan dan ke depan akan menjadi suatu kesempatan untuk kita, kata Nadiem.