Kena Razia Petugas, Pengemis Tajir Ini Kedapatan Simpan Uang Rp194,5 Juta Di Tasnya!

Kena Razia Petugas, Pengemis Tajir Ini Kedapatan Simpan Uang Rp194,5 Juta di Tasnya!

Pengemis dipergoki simpan uang Rp. 194,5 juta
Pengemis dipergoki simpan uang Rp. 194,5 juta | news.detik.com

Pernah terkena razia pada tahun 2017 silam

Dinas Sosial Jakarta kembali melaksanakan razia pengemis beberapa waktu lalu. Seorang pengemis berjulukan Muklis Muchtar Besani yang pernah dijaring pada tahun 2017 kemudian kembali kena razia ketika mengemis di daerah Gandaria. Muklis dipergoki petugas membawa uang sampai senilai Rp194,5 juta di dalam tas miliknya. Tentu saja petugas dinas sosial kaget dengan nominal uang yang dimiliki Muklis.

1.

Sebelumnya juga pernah terkena razia

Pengemis dipergoki simpan uang Rp. 194,5 juta
Pengemis tajir terkena razia petugas DinSos | jabar.tribunnews.com

Dilansir dari Kompas.com, Sabtu (30/11/19), seorang pengemis berjulukan Muklis Muchtar Besani (65) dijaring oleh petugas dari Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, pada Jumat (29/11/19). Saat diperiksa petugas, di dalam tasnya ada uang tunai total Rp194,5 juta.

Muklis rupanya tak juga kapok sesudah pernah terjaring razia pada tahun 2017 lalu. Pada ketika itu, Muklis dibawa ke dinas sosial untuk dibina. Petugas ketika itu menemukan Muklis mengantongi uang senilai Rp86 juta hasil mengemis di jalanan ibukota.

Baca juga: Trauma Usai Dituding Tidak Perawan, Shalfa Malu Sekolah dan Pilih Setop Dunia Senam

“Sejak 2017 sudah ngemis. Kan pernah ditemukan juga, jadi beliau punya uang kurang lebih Rp86 juta,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas Sosial, Jakarta Selatan, Mursyidin.

2.

Kembali terjaring razia

Pengemis dipergoki simpan uang Rp. 194,5 juta
Pengemis simpan uang sampai Rp. 194,5 juta | megapolitan.kompas.com

Meski telah diberi himbauan dan pembinaan, Muklis tetap mengemis sampai kembali terjaring di daerah Gandaria untuk kedua kalinya. Tak tanggung-tanggung, ketika diperiksa petugas, Muklis dipergoki membawa uang sampai Rp194,5 juta dari hasil mengemis.

“Itu uang dari hasil beliau mengemis. Pengakuannya kalau menerima sekian puluh ribu beliau tukar. Kaprikornus itu hasil mengumpulkan dari uang Rp86 juta itu,” imbuh Mursyidin.

Baca juga: Kesal Rokok Hilang Sampai Istri Lumpuh Dipukuli, Pelaku: Ternyata Dirokok Anak Saya

Muklis kemudian dibawa ke dinas sosial untuk diberi training biar tidak lagi mengemis.

“Yang bersangkutan ketika ini berada di Panti Bina Insan Bangun Daya 1 di Kedoya, Jakarta Barat,” ujar Kepala Dinsos DKI Jakarta Irmansyah kepada wartawan, Sabtu (30/11/2019) dilansir Detik.com.

3.

Sering berkunjung ke bank

Pengemis dipergoki simpan uang Rp. 194,5 juta
Muklis ketika diperiksa petugas DinSos | jabar.tribunnews.com

Sebelum diamankan, dinas sosial mengawasi Muklis ketika berkunjung ke Bank BNI cabang Pondok Indah Arteri, Kebayoran Lama. Menurut ratifikasi petugas bank, Muklis rutin tiba seminggu sekali ke bank untuk menukarkan uang.

“Saya pindah ke bank ini semenjak tahun 2015. Dia udah ada di sekitar sini. Mangkalnya suka di deket JPO Bungur sana,” ujar petugas bank, Nursalim, dilansir dari Tribunnews.com, Sabtu (30/11/19).

Baca juga: Diduga Korban Salah Tangkap, Pria di Makassar Dianiaya Polisi

Pihak bank merasa tak curiga dengan kedatangan Muklis setiap ahad untuk menukar uang meski tahu kalau Muklis yaitu pengemis. Setiap kali ditanya petugas bank, Muklis juga cenderung membisu dan jarang menjawab.

“Seminggu sekali beliau niscaya ke sini bawa uang buat ditukar. Tetap ngelayanin aja. Dianggapnya nasabah. Kan di ke sini tukar uang, yaudah. Kita kan tahunya beliau memang pengemis biasa,” imbuh Nursalim.

Artikel Lainnya

Kini Muklis telah dibawa ke dinas sosial untuk dibina. Uang sebesar Rp194,5 juta yang sempat diselidiki petugas sudah dikembalikan dalam jumlah yang sama. Pihak dinas sosial menghimbau kepada keluarga Muklis untuk memintanya berhenti mengemis.

Tags :