Konten Provokatif Meningkat 40 Persen Pasca Pemilu, Polri: Eksekusi Dapat 10 Tahun Penjara!

Konten Provokatif Meningkat 40 Persen Pasca Pemilu, Polri: Hukuman Bisa 10 Tahun Penjara!

Media Sosial
Konten provokatif meningkat pesat di media umum | Keepo.me

Duh, harus hati-hati nih!

Pihak kepolisian Republik Indonesia menegaskan bahwa eksekusi maksimal bagi pembuat onar dan provokator yaitu 10 tahun penjara. Hal ini disampaikan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polisi Republik Indonesia Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Kamis (18/4).

“Kalau sebar konten bersifat provokatif yang mengakibatkan kegaduhan, keonaran di media sosial, khususnya, dapat dijerat pasal dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946, dapat Pasal 14, 15. Dan dapat juga kena Undang-Undang ITE Pasal 28, 45 aksara a dan sebagainya,” terang Brigjen Dedi Prasetyo dikutip dari Detik.com.

“Kalo buat onar, sesuai pasal di Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946, bahaya eksekusi dapat 10 tahun penjara,” sambungnya kemudian.

Media Sosial
Hukuman bagi pembuat onar yaitu 10 tahun penjara | Keepo.me

Peringatan ini diberikan oleh Polisi Republik Indonesia akhir meningkatnya konten provokatif berdasarkan pantauan mereka. Disebutkan, konten provokatif mengalami peningkatan hingga 40 persen di media sosial. Peningkatan tersebut terjadi semenjak pengumuman hasil quick count pada Rabu (17/4) malam.

Lebih lanjut, Brigjen Dedi pun menyatakan polisi tidak akan babat pilih. Siapa pun yang terbukti berbuat onar dan melaksanakan provokasi akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan aturan yang berlaku alasannya Polisi Republik Indonesia bertindak sesuai fakta hukum.

Dikabarkan pula pihak Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim telah menjalin kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Ketiga tubuh ini akan menilik akun-akun yang membuatkan provokasi.

Dijabarkan oleh Brigjen Dedi yang dimaksud dengan pembuat onar yaitu akun-akun yang membuatkan narasi provokatif baik berupa foto, video atau tulisan.

Namun tidak serta merta pembuat akun-akun provokatif tersebut akan ditindak secara hukum. Terlebih dahulu kepolisian bersama dengan BSSN dan Kemenkominfo akan meminta akun tersebut untuk di Take Down.

Artikel Lainnya

Nah peringatan nih untuk kita semua biar tidak memprovokasi dan berhati-hati pada provokasi yang tersebar di internet. Saring gosip yang diterima dengan seksama, selalu lakukan cek fakta dan hati-hati dalam membuatkan konten tanpa sumber yang terang dan kredibel.