Lebih Percaya Hasil Quick Count Forum Survei, Pan Buka Kemungkinan Gabung Jokowi-Maruf! Pengamat : Realistis

Lebih Percaya Hasil Quick Count Lembaga Survei, PAN Buka Kemungkinan Gabung Jokowi-Ma’ruf! Pengamat : Realistis

Pengamat : Realistis demi menghadapi 2024 mendatang

Petermuan antara Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Joko Widodo di Istana Negara menciptakan beredar kabar PAN akan berganti haluan koalisi. Pertemuan tersebut terjadi ketika proses peresmian Gubernur Maluku.

Dilansir melalui CNNIndonesia.com, Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan menyampaikan bahwa pembahasan arah koalisi akan dilakukan mengingat Pemilu telah selesai.

“Yang terang kita akan melihat posisi kita lagi ya. Kan pemilihan presiden sudah selesai, ya jadi kami lihat nanti ke depannya gimana,” ujar Bara di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (25/4).

Zulkifli Hasan dan Jokowi | nasional.kompas.com

Bara menilai bahwa pertemuan Zulhas dan Jokowi tersebut yaitu sebagai Ketua MPR, menampilkan. Karena itu meski sebagai Ketum PAN yang dalam Pemilu mendukung Prabowo-Sandiaga, Zulhas tetap melakukan kiprah kenegaraannya.

Bahkan, ia mengapresiasi pembicaraan Zulhas dengan Jokowi mengenai nasib bangsa sehabis Pilpres 17 April 2019

“Jadi ini menyampaikan memang perilaku kenegarawanan dan semacam kesadaran Pak Zul untuk menempatkan kepentingan bangsa dari kepentingan partai,” ujarnya.

Bara juga menyampaikan bahwa ia mengaku lebih percaya hasil hitung cepat Pilpres yang dilakukan oleh forum survei. Karena menurutnya, hasil hitung dalam tiga pemilu selalu tidak jaug berbeda dengan hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum.

“Begitu juga dengan Pilpres, dapat kami katakan ini nantinya juga apa yang kita lihat di aneka macam hasil quick count oleh lembaga-lembaga survei ini juga akan merefleksikan hasil resmi nanti yang akan diumumkan KPU,” ujar Bara.

Bara juga mengajak semua pihak untuk mengakibatkan hitung cepat sebagai tumpuan hasil KPU. Dengan cara itu ia yakin dapat meredakan suhu politik yang memanas.

Sementara rumor bahwa ada kemungkinan PAN merapat ke kubu 01 akhir pertemuan Zulhas dengan Jokowi dibantah oleh Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno. Ia menyampaikan pertemuan Zulhas dengan Jokowi yaitu pertemuan biasa.

Menurut dia, PAN masih konsisten berada di Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

“Tidak perlu berspekulasi lebih jauh terkait pertemuan ini. Kita tetap konsisten berada di koalisi Adil Makmur,” kata Eddy (Kompas.com).

Sementara Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyampaikan jikalau PAN memang akan bergabung ke kubu Jokowi maka hal tersebut yaitu perilaku yang realistis. Ia menambahkan bahwa langkah reposisi tersebut akan menguntungkan PAN terutama dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

“Kalau ia lompat ke kubu pemerintah, ia realistis mengkalkulasi kepentingan politik jangka panjang, terutama menghadapi 2024. Jalan PAN cukup berliku dan mendaki, kalau terus di luar akan berat hadapi 2024,” kata Adi ketika dihubungi Tempo, Kamis, 25 April 2019 (Tempo.co).

Adi Prayitno | solo.tribunnews.com
Artikel Lainnya

Dalam politik memang apa saja dapat terjadi, sebab politik memang dinamis. Awalnya dukung kubu A dilain waktu dukung kubu B, dan sudah banyak pola tokoh-tokoh yang berpindah haluan di tahun politik. Hal terpenting yaitu meskipun berbeda pilihan politik namun tak menyurutkan rasa persatuan kita.