Menarik! Ini Gugusan Agama Orisinil Masyarakat Indonesia Sebelum Kedatangan Hindu-Budha

Menarik! Ini Deretan Agama Asli Masyarakat Indonesia Sebelum Kedatangan Hindu-Budha

Inilah Deretan Agama Asli Masyarakat Indonesia sebelum Kedatangan Hindu-Budha!
Inilah Deretan Agama Asli Masyarakat Indonesia sebelum Kedatangan Hindu-Budha! | beritagar.id

Indahnya keberagaman masyarakat Indonesia!

Indonesia dikenal dengan keberagaman budayanya. Hal itu mengakibatkan negara ini menjadi negara yang heterogen. Salah satu kebudayaan yang bermacam-macam itu tercermin pada cukup banyaknya aliran kepercayaan yang berkembang bahkan sudah ada sebelum anutan Hindu-Budha masuk ke Indonesia. Seperti yang kita tahu kalau pemerintah hanya mengakui adanya enam agama di Indonesia, yakni Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Meski demikian, pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang memegang kepercayaan orisinil dari para leluhurnya. Berikut ini ada gugusan agama orisinil masyarakat Indonesia yang belum diakui oleh pemerintah secara resmi. Yuk, Keepo!

1.

Kaharingan

Inilah Deretan Agama Asli Masyarakat Indonesia sebelum Kedatangan Hindu-Budha!
Kaharingan | www.boombastis.com

Agama ini dianut oleh kebanyakan Suku Dayak di Kalimantan. Setidaknya agama Kaharingan dianut oleh 300 ribu orang yang menyebar ke seluruh penjuru Kalimantan. Tidak se-universal Allah dalam Islam dan Yesus dalam Kristen, Tuhan dari agama Kaharingan ini ada tiga versi yang dibedakan menurut wilayahnya.

Misalnya di Barito, Tuhan dari penganut Kaharingan disebut Yustu Ha Latalla, sedangkan di Kotawaringin Barat disebut Sanghyang Dewata. Meski berbeda, penganut anutan Kaharingan menyebut Sang Pencipta dengan satu sebutan, yakni Ranying Hatalla Langit yang artinya Kuasa yang Maha Besar.

Baca juga: Ngeri! Deretan Hantu Thailand Ini Bisa Bikin Kamu Merinding Mendadak

Dilihat dari proses ibadahnya, para penganut Kaharingan melaksanakan ibadah rutin tiap hari Kamis yang disebut dengan Baserah. Selain itu, ada pula upacara Nanuhan, ritual penamaan bayi, serta Lunuk Hakaja Pating alias upacara pernikahan.

Meski secara resmi tidak diakui pemerintah, namun para penganut agama Kaharingan dibebaskan oleh pemerintah kawasan untuk melaksanakan banyak sekali ritual tersebut asalkan tidak menyangkut-pautkan dengan agama lain.

Karena pemerintah hanya mengakui enam agama, maka para penganut Kaharingan menjadi kesulitan, terutama dikala menciptakan KTP. Pasalnya, mereka galau harus menentukan agama apa.

Baca juga: Bikin Hilang Wisatawan Rusia, Inilah Kengerian dari Hotel P. I. Bedugul Bali

Pada akhirnya, tahun 1980 diputuskan kalau Kaharingan berintegerasi dengan agama Hindu alasannya yaitu beberapa alasan. Misalnya kesamaan dalam hal ritual peribadatan hingga relasi kedua agama dengan Kerajaan Kutai.

2.

Marapu

Inilah Deretan Agama Asli Masyarakat Indonesia sebelum Kedatangan Hindu-Budha!
Marapu | umbuspiderno.blogspot.com

Marapu merupakan agama orisinil Indonesia yang dianut oleh masyarakat Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Merapu sendiri berasal dari bahasa Sumba yang artinya arwah leluhur sehingga dalam ajarannya, Marapu menerapkan sistem keyakinan serta pemujaan terhadap arwah para leluhur.

Pemeluk agama Marapu meyakini adanya kehidupan sehabis kematian. Mereka percaya sehabis kiamat mereka akan hidup infinit di alam roh yang dikenal dengan sebutan Prai Marapu. Dalam agama ini juga dikenal banyak sekali upacara keagamaan, menyerupai upacara kematian yang mana dalam tiap upacara selalu dilengkapi dengan prosesi penyembelihan binatang ternak (kuda dan kerbau) sebagai bentuk pengurbanan.

Baca juga: Mencekam! Arwah-arwah Penunggu Kematian Ini Mengitari Tana Toraja

Agar para penganut sanggup berinteraksi dengan arwah para leluhur, masyarakat moral Prai Yawang yang ada di Desa Rindi mempunyai salah satu rumah khusus yang disebut dengan Uma Diawa. Rumah ini dipercaya sebagai tempat peristirahatan para arwah sebelum melanjutkan ke alam roh. Biasanya jikalau ada salah satu penganut Marapu yang mangkat, mayit mereka akan dinaikkan terlebih dahulu ke Uma Diawa sebelum hasilnya dikuburkan.

Para penganut Marapu sangat kental dengan simbol kepercayaan. Hal itu sanggup dilihat dari nisan para penganut agama ini. Para penganut Marapu mengakibatkan banyak sekali binatang sebagai simbol kepercayaan.

Seperti halnya kuda sebagai simbol jangan sombong, kerbau sebagai simbol keberanian, ayam dan babi sebagai simbol kepemimpinan, serta udang sebagai simbol kehidupan sehabis kematian. Simbol-simbol inilah yang kemudian disematkan pada kerikil nisan para penganut agama Marapu.

Baca juga: Kenali Sejarah dan Mitos Gaib Beringin Kembar Keraton Yogyakarta, Bikin Merinding

3.

Sunda Wiwitan

Inilah Deretan Agama Asli Masyarakat Indonesia sebelum Kedatangan Hindu-Budha!
Sunda Wiwitan | tirto.id

Sesuai dengan namanya, para penganut agama ini berasal dari etnis Sunda. Agama ini sudah ada sebelum Hindu dan Budha tiba ke Indonesia. Pada masa ini, para penganut agama Sunda Wiwitan sanggup ditemukan di wilayah Banten, Kampung Naga, Cirebon, Kuningan, Cigugur, dan Kanekes.

Dalam ajarannya, para penganut Sunda Wiwitan memuja kekuatan alam dan arwah leluhur. Namun, para penganut juga mempunyai unsur monoteisme purba, yakni kepercayaan terhadap yang kuasa tunggal tertinggi, maha kuasa yang tidak berwujud.

Ajaran Sunda Wiwitan ini terkandung dalam kitab Sanghyang Siksakandang Karesian, sebuah kitab kuno yang berasal dari zaman Kerajaan Sunda. Isinya tak lain berupa tuntunan moral, aturan, dan pelajaran kebijaksanaan pekerti dalam Sunda Wiwitan. Kitab ini oleh Perpusatakaan Nasional Indonesia dinamakan Kropak 630.

Baca juga: Hantu dan Makhluk Mitologi Pra-Islam, Sumber Ketakutan Sekaligus Misteri Budaya Arab

Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa agama Sunda Wiwitan mempunyai tiga macam alam, yakni Buana Nyungcung, Buana Panca Tengah, dan Buana Larang. Buana Nyungcung yaitu alam tempat bersemayamnya Sang Hyang Kersa. Buana Panca Tengah yaitu alam tempat insan tinggal. Sementara Buana Larang yaitu alam neraka.

Dalam hal peribadatannya, para penganut Sunda Wiwitan selalu melantunkan nyanyian pantun dan kidung serta gerak tarian dikala berdoa. Tradisi ini sanggup kita temukan pada upacara syukuran panen padi serta perayaan pergantian tahun yang menurut penanggalan Sunda dikenal dengan nama Perayaan Seren Taun.

Artikel Lainnya

Itu ia tiga agama orisinil yang telah ada di Indonesia. Sebenarnya masih banyak lagi agama orisinil masyarakat Indonesia yang tidak diakui oleh pemerintah. Misalnya saja agama Malim ataupun Towani Tolang. Terlepas dari hal itu, cukup beragamnya kepercayaan masyarakat Indonesia seharusnya menjadi nilai tersendiri bagi bangsa ini. Jangan hingga ada perpecahan hanya alasannya yaitu mengusik agama lain. Seperti apa yang disampaikan dalam Al Quran, “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.”

Tags :