Ngeri, Wajah Penduduk Kota Ini Akan Melepuh Ketika Terkena Sinar Matahari!

Ngeri, Wajah Penduduk Kota ini Akan Melepuh Saat Terkena Sinar Matahari!

Penduduk Kota Araras
Penduduk Kota Araras | www.cnnindonesia.com

Penduduk kota ini mengidap penyakit langka

Sebuah kota dengan jumlah populasi yang tidak terlalu besar disebut sebagai kota hantu. Bukan lantaran ada banyak hantu di kota tersebut, tapi ada fenomena asing yang terjadi di kota tersebut. Warga di kota tersebut melepuh wajahnya ketika terpapar sinar matahari.

Tidak diketahui mengapa fenomena itu dapat terjadi, tapi yang terang ada klarifikasi ilmiah yang menciptakan wajah setiap orang yang tinggal di kota tersebut melepuh ketika terkena sinar matahari. Kaprikornus bekerjsama apa yang terjadi di “kota hantu” tersebut?

Penduduk Kota Araras
Penduduk Kota Araras | www.dailymail.co.uk

Kota Araras yang terletak di Sao Paulo, Brasil, tampak menyerupai sebuah kota hantu. Pasalnya, para penghuni kota tersebut tidak pernah keluar rumah. Bukannya tidak mau, namun mereka memang diharuskan untuk selalu tinggal di rumah.

Sebanyak 600 dari 800 orang penduduk Kota Araras menderita sebuah penyakit genetik berjulukan Xeroderma Pigmentosum (XP). Penyakit XP ini menciptakan mereka tidak tahan dengan ultra violet dari sinar matahari.

Jika kulit mereka tepapar sinar matahari sedikit saja, maka kulit mereka akan melepuh dan menyebabkan cacat permanen. Hal ini disebabkan oleh kulit yang tidak dapat melaksanakan regenerasi sel sehingga tidak dapat sembuh bila terluka.

20 dari 600 orang yang menderita XP sudah dalam kondisi yang kritis. Bahkan, mereka sudah mengidap kanker kulit yang agresif. Salah satu warga Kota Araras yang mengidap XP di tingkat yang parah ialah Djalma Jardin.

Baca Juga: 12 Penyakit yang Biasa Diderita Orang Kantoran

Penduduk Kota Araras
Penduduk Kota Araras | www.liputan6.com

Djalma mempunyai satu mata yang tidak dapat menutup. Ia pun harus menghabiskan hidupnya berada di dalam ruangan. Wajah Djardin pun tampak seram akhir penyakit XP. Djardin harus tidur dengan plester di seluruh wajah.

Jika keluar rumah, matahari terasa aben saya, kata Djardin.

Penderita lainnya, Deide, juga telah kehilangan banyak belahan wajahnya akhir XP. “Saya menjalani operasi untuk menghilangkan langit-langit dan tulang rahang belahan kanan. Saya harus memakai prostesis semoga dapat bicara,” ujar Deide.

Banyak yang menduga bahwa penyakit XP ini ialah penyakit menular dan kutukan Tuhan. Hal tersebut telah dibantah oleh jago biologi genetik Brasil di Sao Paulo, Carlos Menck, yang menyampaikan bahwa XP ialah penyakin turunan.

Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Memicu Penyakit

Artikel Lainnya

Hal yang terjadi di “kota hantu” tersebut memang mengerikan. Semoga tidak ada tempat-tempat lainnya yang mengalami kejadian menyerupai yang terjadi di kota tersebut. Sebab, sinar matahari dapat menembus celah bahkan yang sangat kecil sekalipun.

Tags :