Nggak Terima Kalah Pemilu Dari Oposisi, Partai Milik Erdogan Tuntut Adanya Hitung Bunyi Ulang Di Istanbul!

Nggak Terima Kalah Pemilu Dari Oposisi, Partai Milik Erdogan Tuntut Adanya Hitung Suara Ulang di Istanbul!

Partai Erdogan Nggak Terima Pemilu Istanbul
Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) besutan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. | www.livemint.com

Panasnya situasi Pemilu Turki!

Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) besutan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuntut adanya perhitungan ulang dalam pemilihan umum Wali Kota Istanbul.

Tuntutan ini tidak lepas dari kemenangan yang diraih kandidat oposisi Partai Rakyat Republik (CHP) yang menjadi lawan dengan perolehan bunyi yang cukup tipis.

Hasil ini juga menjadi kekalahan kedua sehabis sebelumnya di kota Ankara, AKP juga kalah. Lalu, kenapa partai milik Erdogan itu ngotot diadakan hitung bunyi ulang ya?

1.

Kekalahan terburuk

Partai Erdogan Nggak Terima Pemilu Istanbul
Kandidat Wali Kota Istanbul dari partai oposisi, Ekrem Imamoglu. | www.france24.com

Dilansir dari CNN Indonesia, Senin (8/4), kekalahan AKP dari CHP di kota Ankara dan kota Istanbul merupakan sebuah kekalahan terburuk dalam 15 tahun terakhir.

Hal ini juga sedikit menunjukkan adanya kemunduran pada rezim pemerintahan Erdogan yang dikenal mempunyai kekuatan lebih banyak didominasi diseluruh pelosok Turki dengan pandangan religius.

AKP juga selalu menang dengan keunggulan besar dari partai oposisi di kantong-kantong kota besar menyerupai Istanbul.

2.

Bawa ke Dewan Pemilihan Tertinggi

Partai Erdogan Nggak Terima Pemilu Istanbul
Partai AKP menentukan membawa sengketa pemilu di Istanbul ke Dewan Pemiilihan Tertinggi. | www.middleeastmonitor.com

Masalah sengketa pemilu di Turki biasanya akan dibawa menuju Dewan Pemilihan Tertinggi (YSK). Hal ini guna mendapatkan hasil yang adil berasaskan demokrasi.

“Hari ini, kami akan membawa perkara kami ke cabang provinsi YSK provinsi untuk menghitung ulang semua bunyi dari semua distrik (Istanbul),” ucap Wapres AKP Ali Uhsan Yavuz dikutip dari AFP, Senin (8/4).

YSK pun dengan cepat menanggapi dilema yang disampaikan AKP dan akhirnya tetap sama, kandidat partai CHP Ekrem Imamoglu mengalahkan kandidat dari AKP yang juga mantan PM Turki, Binali Yildirim.

3.

Pukulan telak untuk Erdogan

Partai Erdogan Nggak Terima Pemilu Istanbul
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (tengah). | www.washingtonpost.com

Kekalahan partai AKP ini juga menjadi pukulan telak bagi orang nomor satu Turki, Erdogan. Hal ini dikarenakan kekuasaan yang dibangun Erdogan diawalinya dari kota Istanbul.

Saat itu, Erdogan memimpin Istanbul pada 27 Maret 1994 hingga 6 November 1998. Beberapa tahun berselang, Erdogan pun berhasil menjabat sebagai PM Turki.

Kekalahan ini pun disinyalir menjadi semakin lemahnya kekuatan partai AKP di Turki dan mulai digantikan oleh ideologi sekuler dari partai CHP.

4.

Selisih 28 ribu suara

Partai Erdogan Nggak Terima Pemilu Istanbul
Partai AKP besutan Erdogan menjadi salah satu partai dengan kekuatan terkuat di Turki. | www.brecorder.com

Sebelumnya Ketua YSK, Sadi Guven memberikan kalau kandidat Wai Kota Istanbul dari partai CHP, Ekrem Imamoglu berhasil mengumpulkan bunyi hinnga 4.159.650.

Perolehan bunyi ini pun unggul tipis hingga 28 ribu bunyi dari kandidat partai AKP Binali Yildrim yang mengumpulkan bunyi hingga 4.131.761.

Namun, Dewan YSK masih menyisakan 84 kotak bunyi yang masih dalam proses penghitungan dan mungkin saja akan mengubah situasi.

Artikel Lainnya

Sengketa pemilu memang menjadi dilema yang biasa teradi di banyak sekali negara yang menganut asas demokrasi.

Namun, dengan adanya ketegasan dari dewan penengah menyerupai YSK, maka situasi demokrasi tetap berjalan lancar dan aman.

Semoga situasi pemilu demokratis ini juga sanggup tercipta di Indonesia, baik Jokowi-Maruf maupun Prabowo-Sandi sanggup saling mendapatkan hasil dan lapang dada.