Panwaslu Temukan Surat Bunyi Tercoblos 01 Di Malaysia, Bawaslu Akui Bukan Hoaks!

Panwaslu Temukan Surat Suara Tercoblos 01 di Malaysia, Bawaslu Akui Bukan Hoaks!

Surat bunyi tercoblos
Panwaslu menemukan puluhan ribu surat bunyi tercoblos di Malaysia | Keepo.me

Apakah pemilu 2019 diwarnai kecurangan?

Kamis (11/4) kemarin, Panwaslu Kuala Lumpur menggerebek sebuah ruko dan menemukan puluhan ribu surat bunyi telah tercoblos untuk Capres nomor urut 01 dan Caleg dewan perwakilan rakyat dari Partai Nasdem nomor urut 2. Penemuan surat bunyi ini tentu menghebohkan dan mengindikasikan kecurangan dari pihak tertentu.

Sebelumnya, video penggerebekan yang direkam oleh Parlaungan telah terlebih dahulu tersebar di media sosial. Dalam video tersebut tampak dua orang ibu-ibu sedang mencoblos surat bunyi satu per satu dan memasukkannya ke dalam amplop.

Terlihat di pinggir-pinggir ruangan juga terdapat karung berisi surat bunyi yang telah dibongkar dan kantong-kantong plastik yang belakangan diketahui juga memuat surat suara. Panwaslu menerka terdapat setidaknya 40.000 hingga 50.000 surat bunyi tercoblos.

Surat bunyi tercoblos
KPU dan Bawaslu lakukan pendalaman terhadap inovasi surat bunyi tercoblos di Malaysia | Keepo.me

Penemuan surat bunyi tercoblos ini dibenarkan oleh anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar. Ia menyatakan temuan Panwaslu itu benar adanya.

“Benar (ada surat bunyi yang tercoblos). Panwaslu Luar Negeri Kuala Lumpur sebagai penemu,” Tutur Fritz, dikutip dari Kompas.com.

Atas kejadian tersebut, Bawaslu pun meminta kepada KPU untuk menghentikan pemungutan bunyi di Malaysia hingga kasus ini terusut tuntas. Akan tetapi KPU belum merespon pernyataan Bawaslu tersebut alasannya menunggu surat seruan secara resmi dari Bawaslu.

Lalu, bagaimana sanggup surat bunyi tersebut terlepas dari pengawasan Bawaslu dan KBRI? Bukankah surat bunyi semestinya disimpan di KBRI dan bukan di ruko?

Dilansir dari Kompas.com, anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menyatakan bahwa surat bunyi tersebut memang surat bunyi yang akan dikirim lewat pos ke alamat-alamat WNI untuk metode pemilu Kotak Suara Keliling.

“Kami juga memastikan berulang kali kepada jajaran kami. Pertama, ‘memang itu (surat bunyi tercoblos yang ditemukan) orientasi untuk pos?’ Dijawab jajaran kami, memang ini surat bunyi untuk pos,” ucap Afifuddin.

Namun Afifuddin mempertanyakan pula bagaimana surat bunyi itu sanggup keluar dari KBRI dan tidak hingga ke alamat pemilih, justru malah tersimpan di ruko yang begitu bebas.

Artikel Lainnya

Untuk menelusuri inovasi ini, komisioner KPU, Ilham Saputra dan Hasyim, bersama dengan anggota Bawaslu bertolak ke Malaysia pada Kamis (11/4) malam. Pihak KPU akan mengecek keaslian surat bunyi dan bagaimana mekanisme pengamanan surat suara.

Pasalnya, terdapat SOP tertentu dalam pengamanan surat bunyi oleh petugas PPLN yang tampak tak dijalankan dalam video penggerebekan yang viral tersebut.

“Bagi kami itu jadi pertanyaan, ini kok (surat suara) di dalam karung? Apa istilahnya, kantong ya, kantong,” ucap Hasyim dikutip dari Kompas.

Hingga ketika ini, informasi mengenai inovasi surat bunyi di Selangor, Malaysia ini masih penuh dengan pertanyaan dan teka-teki. KPU dan Bawaslu selaku yang bertanggung jawab terhadap kelancaran Pemilu pun masih berupaya mengusutnya hingga tuntas.

Karena itu, mari kita tunggu kejelasan dari pihak KPU dan Bawaslu mengenai inovasi ini sebelum kita bersikap reaktif di media sosial.