Pemerintah Indonesia Berikan Pertolongan Dan Didik Wanita Palestina Berwirausaha

Pemerintah Indonesia Berikan Bantuan dan Latih Perempuan Palestina Berwirausaha

Perempuan Palestina
Perempuan Palestina | www.louderwithcrowder.com

Menlu Retno dedikasikan hari wanita untuk wanita Palestina

Pemerintah Indonesia memperlihatkan proteksi untuk para wanita Palestina yang mengungsi di Amman, Yordania. Kali ini bukan proteksi barang yang diberikan, melainkan kursus wirausaha agara wanita Palestina lebih berdikari secara finansial.

1.

Menteri Rento mendedikasikan Hari Perempuan Internasional untuk wanita Palestina

Perempuan Palestina
Perempuan Palestina | www.vocfm.co.za

Pemberian bantun berupa training wirausaha untuk wanita Palestina ini digagas oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. Menteri Retno mendedikasikan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret untuk wanita Palestina.

“Tanggal 8 Maret yaitu Hari Perempuan, saya ingin dedikasikan hari tersebut untuk wanita Palestina, bagi tugas mereka dalam perdamaian dan keamanan,” ujar Menteri Retno kepada CNN Indonesia, Rabu (6/3).

Menteri Retno menyampaikan bahwa Palestina membutuhkan proteksi dan dukungan dari masyarakat dunia untuk kembali membangun bangsanya. Dukungan dan proteksi tersebut lebih dibutuhkan untuk sumber daya insan yang mereka miliki.

Menteri Retno berharap agenda pembangunan kapasitas ini bisa menjadi tonggak untuk membangun pemerintahan yang besar lengan berkuasa dan bermartabat. Menteri Retno pun mengharapkan agenda khusus ini bisa memperlihatkan kesempatan lebih luas dan memunculkan kembali impian untuk kehidupan yang lebih baik di luar kamp pengungsian.

2.

Indonesia memperlihatkan proteksi dana untuk Palestina

Perempuan Palestina
Menteri Retno Marsudi | jatimnow.com

Menteri Retno bersama Komisioner Jenderal Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Pierre Krahenbuhi, menanda tangani perjanjian untuk memperlihatkan proteksi kemanusiaan bagi mantan warga Gaza yang ada di Kamp Jerash, Yordania.

Sebelumnya, Indonesia telah memperlihatkan sumbangan sebesar USD 200 ribu atau setara dengan Rp 2,9 miliar untuk UNRWA. Jumlah ini dua kali lipat lebih besar dari jumlah sumbangan Indonesia pada tahun 2012 sampai 2014, yani sekitar USD 100 ribu atau Rp 1,45 miliar. Sumbangan ini pun lebih banyak 40 kali lipat dari sumbangan yang diberikan tahun 2016, yakni USD 5000 atau Rp 74,5 juta.

Menteri Retno dan Kemlu RI tidak memperlihatkan keterangan mengenai rincian proteksi yang akan diberikan Indonesia untuk UNRWA di tahun ini. Sejak awal tahun 2018, UNRWA sendiri sedang mengalami krisis pendanaan. Apalagi semenjak Amerika Serikat menarik seluruh bantuannya untuk organisasi ini. Padahal, AS yaitu penyumbang utama.

3.

UNRWA masih kekurangan dana untuk agenda 2019

Perempuan Palestina
Pengungsi Palestina | www.aljazeera.com

UNRWA pun memperlihatkan laporan bahwa mereka mengalami kekurangan dana yang cukup banyak. Mereka kekurangan dana sekitar USD 211 juta untuk program-program mereka selama tahun 2019 ini. Bantuan dana untuk UNRWA ini sangat berarti. Dengan demikian, mereka bisa menjalankan program-program yang juga untuk keberlangsungan para pengungsi Palestina.

Sementara itu, lebih dari 2 juta, dari total 5 juta pengungsi asal Palestina, sangat bergantung pada proteksi dari UNRWA. Adapun organisasi UNRWA dibuat pada tahun 1949 silam. Pendirian organisasi UNRWA dilakukan sehabis pendirian negara Israel setahun sebelumnya, yakni di tahun 1948.

Artikel Lainnya

Semoga proteksi yang diberikan Indonesia, baik berupa dana maupun training kewirausahaan, benar-benar bisa membantu kehidupan pengungsi Palestina lebih baik lagi. Sebagaimana dikatakan oleh Menteri Retno, proteksi yang diberikan diperlukan bisa memunculkan kembali impian hidup yang lebih layak.