Pilpres Dibentuk Taruhan, Pendukung 01 Dan 02 Ini Pertaruhkan 1 Hektar Tanah!

Pilpres Dibuat Taruhan, Pendukung 01 dan 02 ini Pertaruhkan 1 Hektar Tanah!

Wah gak kebayang nih Pilpres dibentuk taruhan

Pemilihan Presiden 17 April 2019 tinggal menghitung beberapa jam lagi, siapapun calon presiden dan calon wakil presiden pilihanmu pastinya kau berharap yang kau coblos yang menang.

Namun saling klaim pilihan masing-masing yang akan menang dalam Pilpres yaitu hal yang biasa, beda dengan dua laki-laki yang menimbulkan Pilpres ini ajang taruhan mereka.

Dua laki-laki dari Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan melaksanakan pertaruhan dalam Pilpres 2019 ini. Hal tersebut menjadi viral di media umum alasannya yaitu keduanya menimbulkan tanah seluas 1 hektar sebagai taruhannya.

Hendrik Arhadi dan Abdul Aziz | regional.kompas.com

Di foto yang beredar, kedua laki-laki masing-masing mengaku sebagai pendukung pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dalam foto tersebut keduanya terlihat berjabat tangan sebagai salah satu simbol kesepakatan taruhan mereka.

Kedua laki-laki tersebut yaitu Hendrik Arhadi yang mendukung Jokowi-Ma’ruf, dan Abdul Aziz yang yaitu pendukung Prabowo-Sandiaga. Selain foto berjabat tangan, beredar juga foto kwitansi perjanjian taruhan keduanya bermaterai Rp 6 ribu yang ditandatangani kedua pihak.

Hendrik menyampaikan bahwa Abdul Aziz tersebut ternyata yaitu pamannya sendiri.

“Yang kacamata riben itu yaitu adik kandung ibuku,” kata Hendrik merujuk foto.

“Perjanjiannya betul, Pak,” kata Hendrik (30), warga Desa Empagae, Kecamatan Empagae, sekitar 18 km sebelah timur Pangkajene, Kabupaten Sidrap (Tribunnews.com).

“Tapi tanahnya itu yaitu lapangan desa yang sudah 10 tahun tidak diperhatikan sama pemerintah,” tutur Hendrik kemudian.

Namun ternyata ada sebuah dongeng atau fakta menarik dibalik taruhan Hendrik dan Abdul Aziz tersebut. Alasan mereka bertaruh dan mengunggah foto taruhan tersebut alasannya yaitu mereka berhadap pemerintah dan presiden yang kelak terpilih, akan menimbulkan lapangan seluas 1 hektar tersebut sebagai sentra kegiatan warga.

“Sudah 10 tahun kami ejekan tawaran ke Kepala Desa, Pak Camat, Pak Bupati, dan caleg DPR, tapi hingga kini rumputnya masih tinggi,” ujar Hendrik (Kompas.com).

Padahal, dikala ia masih SD hingga SMP, lanjut Hendrik, tanah lapangan yang kini jadi area gembala ternak sapi dan kambing itu terawat dan menjadi sentra olah raga anak muda.

Dia dan pamannya berharap, bila Jokowi atau Prabowo kelak terpilih, dapat memprogramkan perbaikan lapangan sepak bola tingkat desa.

“Jangan anak muda nanti hanya tahu main Mobile Legend dan PS 4 tapi tidak tahu main bola asli,” katanya.

Kwitansi perjanjian taruhan | regional.kompas.com
Artikel Lainnya

Ternyata taruhan tersebut yaitu bentuk protes Hendri dan Abdul Aziz semoga nantinya pemimpin yang terpilih lebih memperhatikan lapangan seluas 1 hektar tersebut. Bentuk protes yang kreatif ya, kesudahannya viral dan beredar luas di masyarakat. Kalau kau sendiri punya keinginan apa guys untuk pemimpin yang akan terpilih nanti?