Prabowo Akan Beri Dana Pensiun Pada Koruptor, Icw: Koruptor Itu Dieksekusi Badannya, Disita Asetnya!

Prabowo Akan Beri Dana Pensiun Pada Koruptor, ICW: Koruptor Itu Dihukum Badannya, Disita Asetnya!

Prabowo beri dana pensiun koruptor
Capres 02 Prabowo Subianto ketika lakukan pidato kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (7/4) | www.jawapos.com

Nahloh, gosip apa lagi di kampanye akbar?

Indonesia Corruption Watch (ICW) heran dengan wangsit capres 02 Prabowo Subianto yang akan memperlihatkan dana pensiun pada koruptor dan juga kesempatan bertaubat.

Ide tersebut pun dianggap sebagai sikap toleran yang malah menciptakan sikap korupsi di Indonesia menjadi susah untuk diberantas. Kritik keras pun sejurus tertuju pada Prabowo perihal pernyataannya itu.

Lalu, bagaimana jawaban ICW mengenai wangsit dana pensiun Prabowo ini?

1.

Hukum tegas pada koruptor

Prabowo beri dana pensiun koruptor
Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz | news.detik.com

Dilansir dari detikcom, Senin (8/4), ICW mengkritik keras harapan Prabowo dalam menindak pelaku korupsi di dalam negeri.

Sikapnya pun dianggap terlalu toleran, dimana seharusnya koruptor diberikan sanksi yang tegas dan berat dikarenakan telah menciptakan rakyat sengsara. Hal ini pun sudah sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.

“Sikap toleran kayak begitu justru tidak akan mengurangi sikap korupsi. Justru koruptor itu yakni dieksekusi badannya dan disita asetnya. Kok mala memaafkan kayak begitu,” ucap Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz.

2.

Bertentangan dengan semangat anti korupsi

Prabowo beri dana pensiun koruptor
Jajaran petinggi forum Komisi Pembertantasa Korupsi (KPK). | www.kpk.go.id

Sikap Prabowo yang memperlihatkan toleransi pada agresi korupsi pun dianggap bertentangan dengan semangat anti korupsi yang selama ini sudah dibangun.

Terutama ketika menyinggung wangsit dukungan dana pensiun yang sangat jauh dari tujuan pemberantasan dan dukungan efek jera tindak pidana korupsi.

“Sehingga justru itu (sikap toleran memberi koruptor pensiun) bertentangan dengan semangat yang sudah dibangun selama ini, bahwa pemberantasan korupsi itu menghukum tubuh pelakunya dan kemudian merampas atau menyita aset,” terang Donal.

“Nah, konsep kayak begitu bertentangan dengan desain pemberantasan korupsi di dalam Undang-Undang 31 Tahun 1999 yang kemudian menghukum badan, merampas aset pelaku kejahatan korupsi itu, bukan justru menafkahinya dalam bentuk uang (pensiun), apalagi begitu bahasa beliau (Prabowo),” tambahnya.

3.

Urusan tobat yakni duduk perkara personal

Prabowo beri dana pensiun koruptor
Tersangka korupsi alat kesehatan mantan Gubernur Banten, Ratu Atut. | www.voaindonesia.com

Donal juga menyoroti duduk perkara diberikan taubat untuk para koruptor. Hal ini dianggap terlalu abnormal dan mekanismenya tidak dapat diurus dengan prosedur aturan perundangan.

Salah satu saran yang diberikan Donal pada Prabowo yakni melaksanakan tindakan yang dapat mengambarkan agresi nyata menyerupai penguatan pada forum KPK.

“Kalau taubat itu kan prosedur urusan beliau dengan Tuhan, jadi berdasarkan saya prosedur taubat menyerupai apa? Menurut saya masih terlalu kabur usulan menyerupai itu,” tegasnya.

4.

Pernyataan kontroversi Prabowo

Prabowo beri dana pensiun koruptor
Prabowo Subianto sempat menyebut dukungan dana pensiun pada koruptor ketika pidato kampanye akbar di Stadion GBK, Minggu (7/4). | jurnalbabel.com

Pernyataan Prabowo terkait duduk perkara dana pensiun ini dilontarkan ketika melaksanakan pidato politik dalam kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (7/4) lalu.

Di depan ratusan ribu orang yang memadati GBK, Prabowo dengan lantang memperlihatkan usulan dana pensiun pada para koruptor.

“Kita akan panggil koruptor-koruptor itu, kita akan minta mereka taubat dan sadar kembalikan lah uang-uang yang kamu curi, ya boleh kita sisihkan sedikit lah, boleh nggak? Ya untuk beliau pensiun, berapa, kita tinggalin berapa,” ucap Prabowo.

Artikel Lainnya

Masalah korupsi menjadi salah satu bahasan yang sangat sensitif di Indonesia. Hal ini dapat menjadi senjata dan juga bumerang jelang waktu pemilu yang semakin dekat.

Lalu, akankah pernyataan Prabowo terkait dana pensiun untuk para koruptor ini malah menjadi blunder baru? Kita simak pada 17 April mendatang!