Proyek Film Superhero Yang Batal Diproduksi, Sayang Sekali!

Proyek Film Superhero yang Batal Diproduksi, Sayang Sekali!

proyek gagal film superhero
Sangat disayangkan | keepo.me

Seandainya jadi, bakalan antre di box office nih!

Film superhero memang tengah menrajai jajaran box office selama beberapa tahun terakhir. Sebut saja garapan Marvel Cinematic Universe yang diproduksi oleh Marvel Entertainment, franchise X-Men produksi 20th Century Fox, hingga yang dihukum oleh DC Cinematic Universe dari Warner Bros.

Layar lebar yang mengangkat ihwal drama keseharian insan super tersebut bahkan sudah mempunyai kegiatan rilis hingga beberapa tahun ke depan. Hebatnya, mereka sudah mempunyai penggemar fanatiknya sendiri.

Terlepas dari banyaknya film superhero yang sudah dirilis maupun sedang dibuat, genre ini tidak bisa dikembangkan secara instan. Pengembangan dongeng dan karakternya bisa melenceng dari versi komiknya. Mungkin ini yang menciptakan beberapa proyek film superhero ini jadi gagal diproduksi.

1. Batman: Year One

proyek gagal film superhero
Batman | www.standard.co.uk

Batman: Year One merupakan judul komik yang diterbitkan oleh DC Comics pada 1987 silam. Film ini dulunya bakal menceritakan ihwal tahun pertama Bruce Wayne sebagai Batman.

Kisah yang ditulis oleh Frank Miller ini mulanya akan dikerjakan oleh sutradara Darren Aronofsky. Skenarionya ini ditulis dengan pendekatan yang kelam dan sinis.

Namun alasannya ceritanya yang kelam, sinis, dan sangat cukup umur menciptakan Warner Bros. memutuskan untuk menunda proyek ini. Sebelum dan ketika pengembangan dongeng Batman: Year One dilakukan, superhero dengan kisah kelam dan terkenal memang belum pernah ada.

Dengan kesuksesan trilogi The Dark Knight yang digarap Christopher Nolan, bisa jadi proyek film ini akan menjadi pionir Batman yang bernuansa gelap dan kelam. Ditambah lagi rekam jejak penyutradaraan Aronofsky pun terbilang baik.

Baca juga: Film Superhero dengan Plot Twist Mengejutkan

2. Spider-Man versi James Cameron

proyek gagal film superhero
Spider-Man | www.theverge.com

Siapa yang tak mengenal sutradara James Cameron? Ia sudah menempatkan filmnya di dua peringkat teratas film terlaris sepanjang masa, yaitu Avatar dan Titanic. James Cameron bisa menciptakan filmnya jadi laku anggun walaupun bukan berasal dari properti dan franchise yang dikenal banyak orang.

Pada 1995 sebelum James Cameron merilis Titanic dan Avatar, ia pernah terikat kontrak untuk menyebarkan film layar lebar pertama Spider-Man. Dilansir oleh Whatculture, dongeng Spider-Man ala James Cameron akan bernuansa dewasa. Leonardo DiCaprio bakal digandeng sebagai Peter Parker dan Arnold Schwarzenegger sebagai Doctor Octopus.

Akan tetapi, proyek film superhero ini terpaksa harus dibatalkan alasannya permasalahan hak distribusi dan kontrak James Cameron dengan proyek film lain. Menilik bakat James Cameron dalam hal visual filmnya, Spider-Man yang semestinya diarahkannya boleh jadi akan mempunyai keunikan dan berpotensi untuk sukses di box office.

Baca juga: Film Superhero Marvel Baru yang Siap Luncur Setelah Avengers Tamat

3. Justice League: Mortal versi George Miller

proyek gagal film superhero
Justice League | www.cnet.com

George Miller merupakan sutradara di balik suksesnya Mad Max: Fury Road (2015). Jauh sebelum Warner Bros. menunjukkan mandat Justice League kepada Zack Snyder, George Miller sudah pernah berinisiatif lebih dulu untuk menghidupkan tim superhero dari DC Comics ini.

Plot dongeng film ini disebut-sebut akan menampakkan agresi pertarungan antara Superman dan Wonder Woman. Melihat film franchise Mad Max, George Miller menandakan bahwa dirinya piawai dalam mengeksekusi adegan agresi dengan visual yang mengagumkan.

Mad Max: Fury Road pun dipuji alasannya menyajikan dampak visual yang menciptakan adegan agresi film ini tak sepenuhnya bergantung pada CGI. Dengan gaya penyutradaraan menyerupai itu, bukan mustahil seharusnya proyek Justice League: Mortal isyarat George Millerakan mempunyai adegan agresi yang belum pernah muncul akan menuai sukses di peringkat box office dunia.

Namun penghapusan produksi film superhero ini terjadi pada 2008. Padahal, Justice League: Mortal dirilis sesudah The Dark Knight dikala itu.

Baca juga: Film Superhero Terburuk Versi Rotten Tomatoes

4. Iron Man versi Quentin Tarantino

proyek gagal film superhero
Iron Man | www.marvel.com

Hak cipta abjad Iron Man sempat menjadi milik 20th Century Fox sebelum dikembalikan ke Marvel. Pernah diberitakan pada final 1990-an, Fox berniat untuk mengangkat kisah Iron Man ke layar lebar. Tarantino ternyata ditawarkan menjadi sutradara.

Tarantino sendiri ialah fans Iron Man dan bersedia untuk menyebarkan proyek Iron Man. Namun, proyek film superhero ini tak pernah dikerjakan. Hingga kesannya Marvel mengambil alih hak cipta karakternya dan merilis film perdananya pada 2008.

Quentin Tarantino sendiri dikenal sebagai sutradara yang mempunyai visi dan cara tutur dongeng yang unik dalam mengeksekusi filmnya. Lihat saja Pulp Fiction, Kill Bill, Django Unchained, dan Inglourious Basterds.

Di sisi lain, Iron Man tak bisa dipungkiri menjadi salah satu abjad paling terkenal kini ini. Bisa dibayangkan bagaimana jadinya apabila Iron Man jadi digarap oleh Quentin Tarantino?

Artikel Lainnya

Seandainya proyek film superhero di atas jadi digarap dan dirilis, perubahan apakah yang bakal terjadi pada perkembangan abjad insan di masa kini?