Sby Instruksikan Partai Demokrat Biar Tidak Terlibat Acara Yang Melawan Konstitusi, Pecah Koalisi?

SBY Instruksikan Partai Demokrat Agar Tidak Terlibat Kegiatan Yang Melawan Konstitusi, Pecah Koalisi?

SBY bertemu Prabowo
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bersama dengan Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. | mediaindonesia.com

Dramanya udah seolah-olah sinetron aja nih.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menawarkan isyarat khusus pada seluruh pengurus partai dan kader semoga tdak ikut serta dalam acara yang terindikasi melawan konstitusi.

Instruksi SBY ini dikeluarkan sesudah melihat situasi Indonesia yang diserbu banyak warta miring terkait persatuan pasca adanya klaim kemenangan yang dideklarasikan oleh calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto beberapa waktu yang lalu.

Lalu, benarkah isyarat SBY ini tanda adanya keretakan koalisi Indonesia Adil Makmur?

1.

Instruksi pada seluruh elemen partai

SBY bertemu Prabowo
Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan bersama Sekjen Hinca Panjaitan dan Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Edhie Baskoro Yudhoyono. | sjarifuddinhasan.com

Dilansir dari Kompas, Kamis (19/4), SBY menuliskan sebuah surat isyarat yang ditujukan pada seluruh elemen Partai Demokrat yang sedang berada dalam pusaran pemilu di Indonesia.

Beberapa diantaranya ialah Sekertaris Jenderal, Ketua Dewan Pembina, Ketua Dewan Kehormatan dan Waketum Demokrat Syarief Hasan dan ditembuskan pada Komandas Kogasma Demokrat.

“Ya (benar surat dikirimkan SBY),” ujar Syarief Hasan membenarkan adanya surat instruksi.

2.

Ada empat poin penting isyarat SBY

SBY bertemu Prabowo
SBY dikala menawarkan pidato politik dalam program 17 Tahun Partai Demokrat di Jakarta, Senin (17/9/2018). | nasional.kompas.com

Dalam surat tersebut, SBY meminta semoga seluruh elemen Partai Demokrat semoga dapat melakukan empat poin penting yang ditulisnya.

Berikut isi surat yang ditulis oleh SBY:

a. Sehubungan dengan perkembangan situasi politik pasca pemungutan bunyi Pemilu 2019 yang memperlihatkan ketegangan (tension) dan dapat berkembang ke arah yang membahayakan politik dan keamanan kita, saya intruksikan kepada pejabat tersebut alamat, untuk secara terus menerus memantau dari erat perkembangan situasi yang terjadi di Tanah Air.

b. Memastikan para pengurus dan kader Partai Demokrat tidak melibatkan diri dalam acara yang bertentangan dengan konstitusi dan UU yang berlaku serta tidak segaris dengan kebijakan pimpinan PD.

c. Jika terjadi kegentingan dan situasi yang menjurus ke arah konflik dan krisis yang membahayakan, segera melapor kepada Ketum pada kesempatan pertama.

d. Demikian untuk diindahkan dan dilaksanakan.

3.

Bantah Demokrat keluar koalisi

SBY bertemu Prabowo
Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsudin. | news.detik.com

Adanya isyarat SBY itu menciptakan muncul warta Partai Demokrat keluar dari kolaisi Indonesia Adil Makmur yang mengusung Prabowo-Sandiaga Uno.

Namun, warta perpecahan koalisi itu pribadi dibantah oleh Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsudin dan memastikan Partai Demokrat masih berada dalam koalisi.

“Tidak ada dongeng di tengah jalan kita meninggalkan orang haya sebab tanpa suatu alasan yang bermartabat,” tegas Amir dikutip dari detikcom, Sabtu (20/4).

Artikel Lainnya

Instruksi khusus SBY memang memunculkan banyak spekulasi terkait koalisi Indonesia Adil Makmur, terutama pasca deklarasi kemenangan Prabowo Subianto yang terlihat cukup prematur.

Sikap SBY pun seharusnya dapat dicontoh oleh pemimpin partai lainnya semoga dapat menahan diri dan tidak menciptakan situasi pasca Pemilu 2019 semakin panas sampai pengumuman resmi dari KPU muncul.