Selain Hotman, Ini Jawaban Mahfud Md Terkait Kasus Pengeroyokan Audrey!

Selain Hotman, Ini Tanggapan Mahfud MD Terkait Kasus Pengeroyokan Audrey!

Audrey
Audrey | Google.com

Banyak tokoh ternama yang bersimpati!

Kasus pengeroyokan yang menimpa Audrey berbuntut panjang, sehabis viral di banyak sekali media umum sampai muncul gambar dengan tagar #JusticeForAudrey. Kasus yang menimpa gadis yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama itu juga memancing banyak sekali tokoh untuk melaksanakan agresi simpati.

Salah satunya menyerupai komentar Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, prof Mahfud sapaan akrabnya bahwa pelanggaran aturan haruslah diproses secara hukum.

Pernyataan itu keluar ketika dirinya mencoba menjawab pertanyaan warganet yang meminta tanggapannya perihal kasus Audrey di media umum Twitter.

Kasus bagaimana dan di mana?

Terlalu banyak gosip sehingga tak semua sempat saya baca.

Tapi prinsipnya jikalau ada pelanggaran aturan ya harus diproses secara hukum.

Kecuali dalam delik aduan, dalam aturan pidana itu tidak ada hening atau maaf; semua harus ditindak.

Mendengar balasan itu, tak sedikit pengguna twitter lainnya yang turut memperlihatkan komentar, berikut komentar-komentarnya,

Kayaknya sudah ditangani polisi deh prof, tapi gak tau kenapa netizen masih khawatir audrey tdk dpt justicenya. Saya yakin audrey akan dpt justicenya, ke 12 pelaku brengsek itu juga akan dpt ganjarannya. ketika bukti dan saksi lengkap, kita lihat apa pelaku masih sanggup tersenyum ucap akun @nda_herdian

Netizen kuatir karena: 1. Pelaku di belum dewasa 2. Pelaku katanya anak pejabat (entah benar atau tidak) 3. Badan sosial di sana kelihatannya mencoba mediasi secara kekeluargaan saja, katanya demi masa depan pelaku (lantas gimana masa depan Audrey?) ucap @zandaclause

Masih malah cengengesan di story ig-nya (sblm kena bajak/hack), terus pada ketika mediasi juga ga ada itikan utk minta maaf @nyaaaw__

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Audrey siswi Sekolah Menengah Pertama 17 Pontianak yang masih berumur 14 tahun menjadi korban pengeroyokan 12 siswi Sekolah Menengan Atas yang diduga terkait persoalan asmara.

Meski kasusnya sudah ditangani oleh pihak polisi, namun sampai gosip ini dibuat, tak sedikti netizen yang memprotes alasannya yakni terduga pelaku masih sanggup santai bahkan ketika menjalani investigasi di kantor polisi, beberapa diantaranya ada yang mengupdate status via instastory.

Keduanya juga sekarang dalam pemantauan oleh Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, PPAD selaku forum yang bergerak di bidang kontribusi anak juga telah memperlihatkan pendampingan baik pada korban maupun pada pelaku.

Audrey
Audrey | www.tribunnews.com
Artikel Lainnya

Lebih lanjut berdasarkan wakil Ketua KPPAD, Tumbur Manalu dalam konferensi pers juga menceritakan kronologi insiden penganiayaan tersebut yang sudah terjadi semenjak dua pekan lalu.

Kejadian dua pekan lalu, Jumat (29/3/2019), tapi gres dilaporkan pada orangtuanya, hari Jumat (5/4/2019) ada pengaduan ke Polsek Pontianak Selatan.

Kemudian kami dari KPAD pribadi mendapatkan pengaduan, ucap Manalu ketika memperlihatkan keterangan di Kantor KPPAD, Senin (8/4/2019) dilansir Tribun Pontianak.

Manalu juga menjelaskan jikalau sebelumnya korban tidak berani melapor alasannya yakni menerima bahaya dari pelaku bakal berbuat lebih kejam lagi jikalau korban nekat melaporkan ke orangtuanya.