Situasi Gaza Kian Memanas, Hamas Tegaskan Bahaya Ini Untuk Pemerintah Israel!

Situasi Gaza Kian Memanas, Hamas Tegaskan Ancaman Ini untuk Pemerintah Israel!

Kelompok Hamas
Kelompok Hamas | www.aljazeera.com

Palestina dan Israel masih memanas

Hamas melontarkan bahaya untuk pemerintah Israel. Kali ini Hamas mengancam akan memaksa mengevakuasi warganya yang berada di Tel Aviv dan kota besar di Israel lainnya kalau perang dengan Gaza telah diputuskan oleh pemerintah Israel.

1.

Ancaman Hamas untuk pemerintah Israel

Kelompok Hamas
Bentrokan di perbatasan Gaza | www.vox.com

Pemimpin Hamas di Perbatasan Gaza, Yahya Sinwar, telah bersumpah kalau perang meletus maka Hamas akan menekan dan memaksa Israel untuk mengungsikan semua penduduknya. Bukan hanya yang berada di perbatasan, tetapi juga di kota-kota besar lain ibarat Ashdod, Tel Aviv, Negev, dan Ashkelon.

“Camkan sumpah ini! Jari-jari perlawanan di Jalur Gaza sedang berada di pematuknya. Hari ini kami sepuluh kali lebih besar lengan berkuasa daripada kami pada tahun 2014 (Perang Gaza 2014),” ujar Yahya Sinwar, dikutip dari Sputnik.

Sinwar juga menyampaikan dengan tegas bahwa Israel hanya akan menemui penderitaan kalau mereka memicu kembali peperangan di Jalur Gaza. Sinwar sudah bertekad akan menjadi tameng sekaligus pedang bagi rakyat Gaza.

2.

Aksi saling serang kembali terjadi

Kelompok Hamas
Bentrokan di perbatasan Gaza | time.com

Selama beberapa bulan terakhir, Israel sudah melancarkan serangan ke posisi Hamas di Jalur Gaza. Serangan ini merupakan tanggapan dari roket yang dikirimkan ke Israel. Saat itu, serangan roket dari Hamas menghantam ibu kota Israel, Tel Aviv, yang lalu segera dibalas dengan serangan udara.

Sudah sekitar satu tahun warga Gaza di perbatasan melaksanakan agresi demo dalam rangka memperingati Great March of Return atau Pawai Akbar Kepulangan. Aksi protes ini pun tidak “gratis”. Ada ratusan orang yang meninggal dan terluka setelahnya.

Palestina di Jalur Gaza mengaku agresi protes tersebut ditujukan terhadap pendudukan Israel. Sementara itu, Israel menyebut agresi ini telah diatur oleh Hamas. Menurut pihak militer Israel, Hamas memanfaatkan agresi demonstrasi untuk menyusup dan lalu menyerang warga Israel.

3.

Serangan Hamas yang menghantam Tel Aviv

Kelompok Hamas
PM Benjamin Netanyahu | www.aa.com.tr

Adapun serangan roket yang menghantam Tel Aviv terjadi pada tamat Maret 2019. Akibat penyerangan tersebut, dikabarkan tujuh orang mengalami luka-luka. Dini hari esoknya, tentara Israel pribadi membalasnya dengan melancarkan serangan pada 15 target di Jalur Gaza termasuk komplek Hamas milik Beit Hanoun dan komplek Jihad Islam di Kota Beit Lahia.

Serangan yang dilancarkan ke ibu kota Israel ini dilakukan tak usang sesudah Presiden AS Donald Trump mendukung kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang telah usang menjadi sengketa dengan Suriah.

Artikel Lainnya

Hamas pun ketika itu sudah menyampaikan bahwa pihaknya telah melaksanakan gencatan senjata dengan Israel sesudah terjadi baku tembak yang cukup hebat. Gencatan senjata tersebut ditengahi oleh pihak Mesir.

Namun rupanya gencatan senjata belum terlaksana. Sirine roket berbunyi hanya satu jam sesudah Palestina menyatakan gencatan senjata. Sekitar tujuh warga Palestina di Jalur Gaza mengalami luka akhir serangan udara dari Israel tersebut, sebagaimana disampaikan oleh juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, Ashraf al Qidra