Surat Terbuka Untuk Kaisar Jepang, Segera Minta Maaf Ke Jugun Ianfu Di Indonesia

Surat Terbuka untuk Kaisar Jepang, Segera Minta Maaf ke Jugun Ianfu di Indonesia

Tragedi Jugun Ianfu
Jugun Ianfu Pada Masa Penjajahan Jepang | bacritkita.com

Dimohon dengan sangat untuk meminta maaf

Jugun Ianfu berasal dari Bahasa Jepang yang memiliki terjemahan hariah sebagai wanita penghibur yang ikut militer. Istilah tersebut punya kiasan euimisme dalam Bahasa Inggris yang disebut dengan comfort women.

Sebetulnya, istilah dalam kedua bahasa itu kurang sempurna alasannya mereduksi kenyataan yang sesungguhnya. Yaitu sistem perbudakan seksual yang diciptakan oleh militer Jepang sebagai kemudahan pemuas seksual bagi bala tentaranya semasa perang Asia Pasiik yang terjadi pada 1931 sampai 1945.

Tragedi Jugun Ianfu
Foto Comfert Woman | enggahome.wordpress.com

Istilah Jugun Ianfu lebih sering dipakai secara internasional. Secara harfiah, lebih bersahabat pada praktiknya sebagai budak seks.

Sedangkan comfort women, terdapat pro kontra penggunaannya alasannya esensi dari istilah yang cenderung merugikan Jugun Ianfu. Seorang survivor Jugun Ianfu asal Belanda, Jan Ruff-O’Herne, menolak keras disebut comfort women karena istilah itu sama sekali tidak tepat.

Dia mengungkap bahwa dirinya sama sekali tidak merasa menghibur serdadu Jepang. Statusnya pada waktu itu ialah budak seks yang dipaksa militer Jepang untuk memuaskan kebutuhan biologis mereka.

Baca juga: Bukti Kebengisan Pemerintahan Jepang Selama Perang Asia Pasifik

Tragedi Jugun Ianfu
Jugun Ianfu Pada Masa Lampau | tirto.id

Jumlah Jugun Ianfu pada dikala perang berkisar antara 20.000-30.000 orang. Sedangkan berdasarkan ratifikasi dari beberapa Jugun Ianfu yang masih hidup, jumlah tersebut berada di batas atas dari angka di atas.

Keberadaan rumah bordil atau ianjo, kebanyakan berada di pangkalan militer Jepang yang operasionalnya dijalankan oleh penduduk setempat. Bukan oleh militer. Meskipun begitu, pengontrolan ada di tangan militer Jepang untuk memastikan “kebersihan” Jugun Ianfu. 

Masyarakat sipil yang tergabung dalam Jaringan Advokasi Jugun Ianfu Indonesia bahu-membahu dengan dunia mengajukan tuntutan terhadap pemerintah Jepang. Mereka ingin pemerintah Jepang dinyatakan bersalah atas praktik perbudakan seksual terhadap ribuan wanita Asia semenjak 1942-1945.

Baca juga: Kawasan Kuliner Enak di Tokyo

Tragedi Jugun Ianfu
Orang-orang Jugun Ianfu | www.dictio.id

Sampai dikala ini, Pemerintah Jepang belum undangan maaf. Tentu saja sebagai bentuk ratifikasi rasa bersalah yang disertai dengan pertangung tanggapan pemulihan fisik dan mental para korban. Ada beberapa hal yang dituntut:

  1. Segera diundangkan RUU Jugun Ianfu di Jepang
  2. Sejarah Jugun Ianfu Indonesia masuk kurikulum pendidikan sekolah di Jepang
  3. Permintaan maaf pemerintah Jepang kepada Jugun Ianfu Indonesia
  4. Pemulihan nama baik Jugun Ianfu Indonesia
  5. Dana kompensasi kesehatan Jugun Ianfu Indonesia dari pemerintah Jepang

Artikel Lainnya

Demikian isi surat terbuka dari Jaringan Advokasi Jugun Ianfu Indonesia untuk Kaisar Jepang. Semoga ada isu pemanis mengenai kasus yang tampaknya sulit ditemukan ending yang memuaskan banyak pihak.