Tok! Hasil Ijtima Ulama Ke-3: Diskualifikasi Pasangan Nomor 01!

Tok! Hasil Ijtima Ulama ke-3: Diskualifikasi Pasangan Nomor 01!

Habib Rizieq
Habib Rizieq | kumparan.com

Minta mendiskualifikasi paslon 01!

Ijtima Ulama yang ke-3 resmi digelar, program yang diklaim melibatkan ribuan ulama dan tokoh nasional itu kabarnya telah selesai digelar dan mengeluarkan beberapa poin penting, terkait hasil ijtima yang memperlihatkan kesimpulan terjadi kecurangan Pilpres 2019 yang terstruktur, sistematis, dan masif.

Bismillah, keputusan Ijtima Ulama dan tokoh nasional III wacana perilaku dan rekomendasi terhadap kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif dalam proses Pemilu 2019, kata pimpinan sidang ijtima ulama, Ustaz Yusuf Martak, di lokasi, Rabu (1/5).

Tak cuma menghasilkan beberapa poin penting, ijtima ulama ke-3 juga meminta Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno juga melaporkan kecurangan pemilu melalui mekanisme yang sah yakni sesuai koridor aturan dan konstitusi yang berlaku.

Ijtima ulama ke-3 juga mendesak Bawaslu untuk mendiskualifikasi pasangan nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin atas kecurangan yang diyakini oleh para penerima ijtima ulama ke-3.

Berikut lima poin lengkap hasil Ijtima Ulama III.

Menyimpulkan bahwa telah terjadi banyak sekali kecurangan dan kejahatan bersifat terstruktur sistematis dan masif dalam proses penyelenggaraan Pemilu 2019.

Mendorong dan meminta kepada Badan pemenangan Nasional Prabowo Sandi untuk mengajukan keberatan melalui mekanisme legal prosedural wacana terjadinya kecurangan dan kejahatan yang terstruktur, sistematis danmasif dalam proses Pemilihan Presiden 2019.

Mendesak Bawaslu dan KPU untuk tetapkan membatalkan atau mendiskualifikasi paslon capres-cawapres 01.

Mengajak umat dan seluruh anak bangsa untuk mengawal dan mendampingi usaha penegakan aturan dengan cara syari dan legal konstitusional dalam melawan kecurangan dan kejahatan serta ketidakadilan termasuk perjuanganpembatalan/diskualifikasi paslon capres cawapres 01 yang ikut melaksanakan kecurangan dan kejagatan dalam Pilpres 2019.

Memutuskan bahwa usaha melawan kecurangan dan kejahatan serta ketidakadilan ialah bentuk amar maruf dan nahi munkar konstitusional dan sah secara aturan dengan menjaga keutuhan negara Republik Indonesia dan kedaulatan rakyat.

Habib Rizieq
ijtima ulama ke-3 | kumparan.com

Dalam ijtima ke-3 ini juga turut dihadiri oleh Prabowo Subianto yang tiba dua jam sesudahnya sekitar pukul 16.00-18.00 WIB. Prabowo tiba ke lokasi juga tidak memperlihatkan komentar apa-apa, di depan awak media, calon presiden dari pasangan nomor urut 02, itu hanya mengucapkan kata terimakasih atas hasil rekomendasi ijtima ulama itu.

Alhamdulillah, saya kira cukup komprehensif dan tegas, terima kasih, ucap Prabowo sesaat sebelum meninggalkan lokasi acara.

Selain Prabowo, di lokasi juga turut dihadiri beberapa pendiri partai, menyerupai Presiden PKS Sohibul Iman, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, Dewan Pembina PAN Amien Rais, Waketum Gerindra Fadli zon, sampai wakil Ketua BPN Neno Warisman.

Artikel Lainnya