Tokoh Kuat Di Dunia Yang Nggak Berprestasi Ketika Masih Sekolah

Tokoh Berpengaruh di Dunia yang Nggak Berprestasi Saat Masih Sekolah

tokoh yang nggak berprestasi dikala sekolah
Siapa saja mereka? | keepo.me

Nggak peringkat satu, tapi sukses dan terkenal

Lingkungan sosial memberi cap buruk kepada anak yang kurang berprestasi di sekolah. Tidak pernah berprestasi secara akademik seringkali dianggap dan diprediksi tidak mempunyai masa depan cerah. Kalau tidak pernah menyabet ranking tinggi, bakalan susah merah kesuksesan.

Ada yang berpesan biar kita nggak terlalu mengejar IPK mendekati angka 4 bulat. Biasanya, yang nilainya anggun bakal menetap di almamaternya sebagai tenaga pengajar. Sedangkan yang nilainya biasa saja, bakal hadir kembali sebagai donatur terbesarnya.

Di zaman sekarang, masih banyak yang menganggap bahwa orang sukses yaitu mereka yang selalu menerima nilai tepat dan ranking satu. Kamu perlu berguru kepada beberapa orang ini. Mereka tidak berprestasi dikala menempuh pendidikan, tapi kesuksesan senantiasa mengiringi masa depannya.

tokoh yang nggak berprestasi dikala sekolah
George W. Bush | www.instagram.com

George W. Bush

Mantan Presiden ke-43 Amerika Serikat George W. Bush dulunya dinilai oleh sebagai orang introvert. Dia juga tidak mempunyai kemampuan public speaking yang anggun ketika berbicara di depan orang banyak.

Pada program kelulusan mahasiswa Southern Methodist University pada 2015 lalu, George W. Bush dipercaya untuk memperlihatkan pidatonya yang sarat akan makna.

Hari ini saya ingin menyelamati lulusan yang mempunyai nilai yang baik. Kerja bagus! Tapi saya juga ingin memberikan untuk lulusan yang masih di bawah rata-rata atau pada mahasiswa dengan nilai C. Kamu juga bisa jadi presiden. — George W. Bush

Jika dipahami lebih dalam, bergotong-royong Bush sedang mengolok dirinya sendiri sebagai mahasiswa yang biasa-biasa saja dikala kuliah. Ia pun memberi semangat kepada mahasiswa yang lulus dengan nilai akademis biasa saja untuk tetap mengejar cita-cita.

Nilai bukan satu-satunya hal yang harus dijunjung. Dia menyoroti fakta bahwa nilai tak bisa memilih masa depan seseorang. Pasalnya, hidup penuh dengan kemungkinan tanpa batas.

tokoh yang nggak berprestasi dikala sekolah
Steve Jobs | www.cnet.com

Steve Jobs

Menjadi inovator nggak harus mempunyai nilai 100 dan serba A. Ada banyak orang yang sukses walaupun nilai akademiknya jauh di bawah rata-rata. Sebut saja mendiang Steve Jobs yang menjadi founder dari gawai berperforma apik Apple.

Ia tidak menuntaskan pendidikan formalnya di kursi perguruan tinggi. Namun ini nggak membuat dirinya berhenti membuat benda gres yang menjadi penemuan yang berkhasiat bagi banyak orang beberapa tahun setelahnya.

Pada 2005 lalu, beliau berkesempatan untuk memperlihatkan speech di program wisuda Stanford University. Tentang masa kemudian hingga berada di titik kesuksesan pada dikala itu, kata-katanya membuat hampir semua orang yang mendengarkan bakal ikut termotivasi untuk jadi lebih baik lagi.

Baca juga: Daftar Orang Terkaya di Indonesia

tokoh yang nggak berprestasi dikala sekolah
Elizabeth Holmes | www.instagram.com

Elizabeth Holmes

Jadi sukses nggak harus punya IPK mendekati sempurna. Elizabeth Holmes menjadi salah satu miliarder perempuan termuda di dunia pengobatan. Dia rela drop out dari Universitas Standford untuk meraih mimpi dan menjadi penemu Theranos.

Setelah itu, beliau fokus membuat terobosan gres untuk alat tes darah. Hanya butuh setetes, darah seseorang bisa tertangkap berair golongannya hingga penyakit apa yang dideritanya.

Baca juga: Forbes Rilis Daftar Orang Terkaya di Dunia

tokoh yang nggak berprestasi dikala sekolah
Neil deGrasse Tyson | www.hollywoodreporter.com

Neil deGrasse Tyson

Walaupun pendidikan penting, jalan untuk mencapai kesuksesan bukan hanya satu. Neil deGrasse Tyson yaitu seorang astrofisikawan yang menjunjung bahwa IPK bukanlah segalanya yang harus dibanggakan hingga tamat hayat.

Berapa pun nilai IPK-mu, itu nggak bakal relevan dengan hidupmu. Karena pada realitanya, orang-orang tak akan menanyakan dan mempersoalkan IPK. — Neil deGrasse Tyson

Itulah beberapa patah kata yang diucapkannya ketika mengisi speech wisuda di Universitas Massachussetts Amherst pada 2015 lalu. Kecerdasan itu subjektif. Pencapaian akademik bukan satu-satunya barometer sebagai tolak ukur. Sukses sebagai mahasiswa belum tentu membuatnya jadi yang terbaik pada kehidupan nyata.

Artikel Lainnya

Yang membuat seseorang bisa sukses yaitu karakter, pengalaman dan hubungan dengan individu lain. Bukan sekadar nilai dan prestasi akademik. Kesuksesan membutuhkan gairah, ketekunan, kecerdasan emosional dan kemampuan untuk mengerti arti dari kegagalan.

Jangan kaget kalau banyak orang yang secara akademis tidak terlalu berprestasi malah jadi orang yang mempimpin dunia. Sebagian besar dari mereka mengerti artinya berjuang dan mengatasi rintangan lebih dari yang orang lain sadari.

Bukan berarti kalau menerima nilai buruk bakal menjamin kesuksesan di masa depan. Sekolah dengan baik juga tidak berarti ketika kau bisa ada di puncak. Pada akhirnya, nilai cuma angka yang terukir di lembaran kertas. Pencapaian yang bergotong-royong yaitu perubahan aktual yang bermanfaat bagi banyak orang. Setuju, guys?