Tragis! 7 Hari 7 Malam Kerjakan Skripsi, Mahasiswa Ini Balasannya Meninggal Dunia

Tragis! 7 Hari 7 Malam Kerjakan Skripsi, Mahasiswa Ini Akhirnya Meninggal Dunia

Meninggal usai kerjakan skripsi
Meninggal usai kerjakan skripsi | twitter.com

Didiagnosa mengalami anemia kronis sebelum balasannya meninggal dunia

Skripsi rupanya selalu menjadi momok bagi para mahasiswa semester akhir. Bagi sebagian orang, mengerjakan skripsi bukanlah hal yang sederhana dan mudah. Menghindarkan diri dari kemalasan menjadi kunci penting biar skripsi selesai sempurna waktu. Tapi fokus mengerjakan skripsi bukan berarti harus abai terhadap kesehatan.

Terlalu mengabaikan kesehatan dapat mengakibatkan penyakit menyerupai yang terjadi pada seorang mahasiswa ITB ini. Pria berjulukan Jehuda Christ Wahyu ini meninggal sehabis 7 hari 7 malam mengerjakan skripsi.

1.

Terlalu fokus mengerjakan skripsi

Skripsi dan segala dramanya terlihat sulit dilalui bagi calon sarjana. Begitu juga dengan seorang cowok berjulukan Jehuda Christ Wahyu yang berhasil menuntaskan skripsi dan dinyatakan lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Perjalanan Jehuda untuk menuntaskan skripsi terlihat tak mudah. Ia bahkan tak istirahat selama 7 hari 7 malam demi menuntaskan skripsinya. Akibatnya Jehuda yang merupakan warga Cikarang itu jatuh sakit dan harus bolak-balik ke rumah sakit.

Baca juga: Pilu! Remaja Ini Bacakan Hasil Ujian di depan Makam Ibu Sambil Terisak

Kisahnya itu sempat ia ceritakan melalui utas Twitter di akun miliknya @Jechriswa pada 25 Oktober lalu. Utas berjudul “Anemia Chronic Disease, skripsi, dan wisuda ITB” menceritakan kesehatan Jehuda yang terus memburuk sebab terlalu bekerja keras menuntaskan skripsi.

2.

Kesehatan terus memburuk

Meninggal usai kerjakan skripsi
Ilustrasi tumpukan skripsi | edukasi.kompas.com

Jehuda merasa kesehatannya memburuk sehabis menuntaskan skripsi 7 hari 7 malam berturut-turut. Ia bahkan tak tidur di malam hari. Awalnya ia mencicipi nafsu makannya menurun dan tubuh terasa sangat lemas.

“Cerita nya dimulai dari gue ngerjain skripsi sampe mau mati, 7 hari berturut2 malem ga tidur, siang nya tidur. Sampe ujung ujung nya sidang (13 sept) gue dinyatakan lulus. Puji Tuhan,” tulis Jehuda.

Baca juga: Tak Ada Uang Beli Kue Ultah, Pria Ini Pakai Burger dan Menulis Kata Romantis untuk Istri

Setelah merasa kesehatannya memburuk, Jehuda memutuskan kembali ke rumahnya di Cikarang. Selama perjalanan dari Bandung, ia terus merasa lemas dan balasannya eksklusif menuju rumah sakit. Awalnya ia diduga menderita tipes namun hasil laboratorium menerangkan negatif.

“Tapi ternyata tipes gue negatif. Dilihat darah gue rendah semua, dan ada jerawat kronis. Gue cuma dikasih antibiotik sama obat penurun panas,” lanjut Jehuda.

3.

Tak dapat ikut wisuda

Meninggal usai kerjakan skripsi
Ilustrasi kelelahan bekerja | www.tribunnews.com

Setelah beberapa hari menjalani rawat jalan, Jehuda sempat merasa membaik. Namun kesehatan Jehuda tak kunjung pulih sepenuhnya. Ia kemudian menjalani serangkaian investigasi menyerupai rontgen paru-paru, kelenjar getah bening, ginjal dan thyroid namun semuanya normal dan sehat. Jehuda kemudian diminta cek darah. Dari hasil tes menerangkan ternyata hemoglobin Jehuda sangat rendah dan di bawah normal.

Baca juga: Temukan Telur Berlafaz Allah, Peternak di Blitar Ini Ngaku Panennya Semakin Meningkat

Sempat mengambil toga untuk wisuda di Bandung, Jehuda balasannya memutuskan untuk tidak mengikuti wisuda sebab merasa tak sehat sebelum balasannya meninggal dunia.

“Tes darah di rs. Kedua menerangkan hemoglobin gue 9.9, cowo normal tuh harusnya 14. Disini gue memutuskan gue gaikut wisuda,” tulis Jehuda.

Akhirnya kabar sedih diketahui usai seorang temannya membalas utas Jehuda. Ia menuliskan ucapan perpisahan dan berharap bencana ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua.

“Selamat jalan mas jehuda…semoga damai di alam sana… Sy nggak ingin hal yang sama terjadi pada mahasiswa bimbingan saya… Semoga menjadi pembelajaran kita semua,” balas akun @candra_r_ndut dalam utas tersebut.

Artikel Lainnya

Di tamat utasnya, Jehuda sempat mengungkapkan penyesalannya sebab tak pernah menjaga kesehatan selama skripsi. Ditambah selama ini ia menjadi perokok aktif meski sempat berhenti ketika tahu kesehatannya menurun.

Semoga pengalaman Jehuda tersebut dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua untuk selalu menjaga kesehatan meski disibukkan dengan banyak sekali kegiatan.

Tags :