Viral Hasil Bunyi Pemilu Di Luar Negeri, Ini Penjelasan Dan Bantahan Kpu!

Viral Hasil Suara Pemilu Di Luar Negeri, Ini Klarifikasi dan Bantahan KPU!

KPU Klarifikasi Hoaks Pemilu
KPU ketika melaksanakan konferensi pers terkait hoaks kontainer surat bunyi tercoblos beberapa waktu lalu. | mediaindonesia.com

Pemilu sebentar lagi, hoaks makin menjadi?

Hasil bunyi pemilihan umum presiden di luar negeri sempat menjadi gosip viral sehabis tersebar luas di sosial chat Whatsapp beberapa waktu yang lalu.

Namun, dengan cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah dan menunjukkan penjelasan bila hasil pemilu tersebut hoaks dan tidak benar adanya.

Berikut siaran pers yang disampaikan oleh KPU terkait hoaks yang terjadi akhir-akhir ini.

1.

Beredar hoaks hasil suara

KPU Klarifikasi Hoaks Pemilu
Situasi simulasi pemungutan bunyi jelang Pemilu 2019 yang dilakukan di halaman kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/3/2019). | www.jawapos.com

Dilansir dari Tempo, Rabu (10/4), sebelumnya beredar luas hoaks hasil pemilu di luar negeri yang mencatut nama kantor gosip Liputan6 di sosial chat Whatsapp.

Dalam gosip tersebut, disebutkan bila pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf mengalami kekalahan dan mendapat bunyi sebesar 25,6 persen di Arab Saudi, sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh 65,4 persen suara.

Hasil pemilu yang memberitakan kemenangan Prabowo-Sandi ini juga terjadi di beberapa negara lain menyerupai Yaman, Belgia, Jerman, Amerika, dan Ukraina.

2.

Penghitungan bunyi pada 17 April

KPU Klarifikasi Hoaks Pemilu
Komisioner KPU Hasyim Asyari. | nasional.kompas.com

Berita hasil pemilu di luar negeri itu pun eksklusif mendapat bantahan dari KPU dan disebut sebagai kabar yang tidak sanggup dipertanggungjawabkan.

KPU pun menegaskan bila penghitungan bunyi di luar negeri tetap akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019, bersamaan dengan hari H pemilu di Indonesia.

“Kabar perihal perolehan bunyi pemilu di luar negeri yang beredar luas di masyarakat yaitu kabar yang tidak sanggup dipertanggungjawabkan,” ucap Komisioer KPU Hasyim Asy’ari dalam siaran pers.

“Kegiatan penghitungan bunyi pemilu di LN dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 sesuai waktu setempat,” tambahnya.

3.

Adanya early voting

KPU Klarifikasi Hoaks Pemilu
Surat bunyi pemilu yang dipakai dalam Pemilu 2019. | pursuit.unimelb.edu.au

Hasyim juga menjelaskan bila KPU sudah menetapkan untuk melaksanakan early voting pada tanggal 8-14 April 2019 khusus pemilihan umum di luar negeri.

Hal ini tertuang terang dalam Surak Keputusan (SK) KPU Nomor 644/2019. Pemungutan bunyi dini sendiri sejauh ini gres dilakukan di lima kota di empat negara.

Kelima kota yang dimaksud adalah, Sana’ a di Yaman pada 8 April, Panama City di Panama dan Quito di Ekuador pada 9 April, serta Bangkok dan Songkhla di Thailand pada 10 April 2019.

4.

Tegaskan bukan hasil KPU

KPU Klarifikasi Hoaks Pemilu
Komisioner KPU Hasyim Asyari bersama dengan Ketua KPU Arief Budiman. | www.liputan6.com

Ketua KPU Arief Budiman juga menegaskan bila hasil pemilu yang beredar luas di masyarakat bukanlah rilis resmi dari KPU.

Hal ini tidak lepas dari penghitungan resmi KPU yang hanya akan dilakukan oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) sesuai dengan mekanisme dan metode yang sudah ditetapkan.

“Jadi kalau sudah ada yang mengeluarkan rilis-rilis hasil itu, itu bukan hasil yang dikeluarkan oleh KPU,” ucap Arief dikutip dari Liputan6, Rabu (10/4).

“Karena memang enggak ada. Kecuali memang ada orang-orang yang melaksanakan survei melaksanakan metode exit poll dan segala macam itu,” terangnya.

Artikel Lainnya

Viralnya hasil pemilu di luar negeri memang cukup disayangkan alasannya yaitu menciptakan situasi memanas jelang pemilu 17 April mendatang.

Semoga masyarakat sanggup melaksanakan pengecekan kembali ke sumber gosip yang terpercaya sebelum menetapkan gosip tersebut benar adanya dan membuatkan dalam media umum chat menyerupai Whatsapp.

Mari berantas hoaks bersama, jangan biarkan gosip bohong merajalela!